Menangkis Keraguan Menggunakan Motor Listrik Sehari-hari

Kompas.com - 14/12/2020, 11:42 WIB

"Caranya dengan mengurangi start stop. Kita berusaha untuk mempertahankan kecepatan konstan. Karena terlalu banyak start stop akan menghabiskan banyak energi," katanya.

Baca juga: Gesits Klaim Bisa Terabas Air Setinggi 70 cm

"Pada saat kita start maka kita membutuhkan banyak energi untuk mengubah kendaraan dari diam menjadi bergerak dan pada saat kita mengeram maka kita membuang energi atau momentum," katanya.

Hendro mengatakan, penerapan eco driving juga akan berpengaruh pada jarak tempuh dan usia baterai. Karena baterai tidak dipaksa untuk mengeluarkan energi banyak untuk berakselerasi.

"Artinya baterai tidak dipaksa untuk bekerja terlalu keras. Sehingga jarak tempuh akan menjadi lebih jauh dan usia pakai baterai akan menjadi lebih panjang," kata Hendro.

"Sayangnya masyarakat kita sangat tidak terbiasa dengan berpikir dan berlaku efisien," katanya.

Motor listrik United T1800Foto: APHIT McKlein Motor listrik United T1800

3. Cara charging

Pengisian daya dilakukan dengan melakukan charging pada saat kendaraan tidak dipakai. Pola pikir ini harus ditanamkan sebab listrik sebetulnya tersedia di mana-mana.

"Pada kendaraan listrik, kita bisa melakukan charging pada saat kita bekerja di kantor atau beristirahat atau tidur di rumah. Artinya setiap kali kita mengerjakan pekerjaan lain dan tidak berkendara maka kendaraan listrik bisa melakukan proses charging," katanya.

Hal ini kata Hendro, sangat berbeda dengan kendaraan yang memakai bensin. Sebab untuk isi BBM membutuhkan tempat dan tindakan khusus yaitu di SPBU atau tempat pengecer bensin.

"Jika dalam penggunaan kendaraan listrik bisa terjadi kehabisan energi dalam baterai maka ada yang salah dalam perlakuan terhadap kendaraan listrik teraebut, sehingga menjadi tidak efisien," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.