Jangan Nekat, Kenali Batas Aman Motor Terabas Banjir

Kompas.com - 06/12/2020, 17:41 WIB
Motor terabas banjir Foto: KaskusMotor terabas banjir

JAKARTA, KOMPAS.com - Curah hujan yang tinggi beberapa waktu belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan di beberapa daerah terendam banjir. Untuk pemotor sebaiknya ketahui batas aman jika terpaksa harus menerjang banjir.

Tidak sedikit pengendara motor yang nekat melaju di kawasan yang tengah banjir. Pemotor tersebut tidak menghiraukan sejumlah risiko yang mungkin saja bisa terjadi pada motor yang dikendarainya.

Baca juga: Volta Siapkan Motor Listrik Roda Tiga Pengangkut Barang

Technical Service Divison PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, motor memang bisa saja tetap melintas di jawasan yang tengah dilanda banjir.

Akan tetapi tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengendara agar motornya tidak mengalami kerusakan.

Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.

“Selama ketinggian air masih di bawah ujung knalpot, sepeda motor masih aman saat melintasi lokasi banjir,” ucap Endro belum lama ini saat dihubungi Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Endro melanjutkan, tentunya pengendara juga harus memperhitungkan apakah jalan yang akan dilewati tersebut bisa dilintasi. Jangan sampai saat melintas jalan yang tergenang banjir tiba-tiba motor terhenti karena ketinggian air di luar perkiraan.

Baca juga: Bertemu Geng Motor Ugal-ugalan di Jalan Raya, Tegur atau Hindari?

Jika memang ketinggian air banjir melebihi dari ujung knalpot sepeda motor, lebih baik pengendara tidak nekat melintasinya.

“Kalau pengendara nekat melintas dan melebihi batas tadi, lebih baik motor jangan langsung dinyalakan. Kalau punya kemampuan, bisa periksa komponen kelistrikan, saringan udara, busi, knalpot, baterai, sampai karburator jika motoronya belum injeksi,” kata Endro.

“Sebab, dikhawatirkan akan ada air yang masuk ke bagian kelistrikan dan mesin. Jika sudah merusak mesin, bisa mengeluarkan biaya mahal untuk perbaikan,” lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.