Plus Minus Run Flat Tire Dibandingkan Ban Mobil Biasa

Kompas.com - 05/12/2020, 18:02 WIB
Ban run flat buatan Bridgestone yang terpasang di salah satu produk BMW. Bridgestone IndonesiaBan run flat buatan Bridgestone yang terpasang di salah satu produk BMW.

JAKARTA, KOMPAS.com – Teknologi yang disematkan pada ban mobil semakin modern. Bahkan saat ini sudah ada ban yang bisa tetap dipakai berjalan walaupun tanpa tekanan udara, biasa disebut dengan Run Flat Tire (RFT).

RFT dirancang khusus agar ban tetap dapat berfungsi untuk sementara waktu walaupun dalam kondisi kehilangan tekanan udara setelah mengalami tusukan. Sehingga saat ban bocor, pengemudi tetap bisa mengemudikan mobilnya sampai ke bengkel terdekat.

Rim & Tire Consultant dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, RFT adalah ban biasa dengan dinding samping yang diperkuat dengan penambahan material.

Baca juga: PO Rosalia Indah Borong 6 Bus Baru Kreasi Adiputro

Accelera RFT terbaru Otomania Accelera RFT terbaru

“Sehingga untuk sementara waktu dapat menahan beban kendaraan walaupun tanpa tekanan udara setelah mengalami tusukan,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Sabtu (5/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang juga menjelaskan kalau ada beberapa keuntungan yang diterima pengemudi jika menggunakan RFT. Pertama yaitu memberikan keamanan yang lebih, karena saat ban kempis, pengemudi tidak perlu berhenti di tempat yang rawan.

“RFT juga mencegah terjadinya ban yang meledak tiba-tiba akibat tusukan yang dapat membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lain,” kata Bambang.

Baca juga: Digugat Konsumen, Berapa Harga Pasaran DFSK di Pasar Mobil Bekas?

Keuntungan kedua yaitu RFT lebih praktis karena pengemudi tidak perlu membawa ban cadangan yang memakan tempat. Namun dibalik itu, tetap ada pertimbangan mengapa masih memilih untuk tidak memakai RFT.

“Pertama ban konvensional lebih murah daripada RFT. Lalu sebagian pengemudi merasa ban konfensional lebih empuk, sedikit guncangan dibanding RFT,” ucapnya.

Tetapi, RFT lebih sulit dibongkar pasang daripada ban konvensional karena dinding sampingnya yang cenderung lebih keras dan kaku. Terakhir, sebagian besar RFT tidak dapat diperbaiki setelah mengalami tusukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X