Tekan Kecelakaan Lalu Lintas, Dishub Jabar Tambah Roller Barrier

Kompas.com - 30/11/2020, 19:12 WIB
Kemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIKemacetan panjang terjadi saat pemberlakuan contraflow di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). Pemberlakuan contraflow tersebut diberlakukan selama proses olah TKP kecelakaan beruntun di KM 91 oleh petugas berwenang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat berencana menambah jumlah pemasangan roller barrier atau teknologi silinder putar untuk mengurangi tingkat fatalitas dalam kecelakaan lalu lintas tahun depan.

Kini, terdapat 12 titik yang sudah dipasangkan alat tersebut dengan total panjang mencapai sekitar 960 meter. Pemasangan ini hasil akumulasi pengerjaan pada tahun 2018 dan 2019.

"Sampai saat ini, pengadaan rollbering baru dua tahun anggaran yakni 2018 - 2019. Tahun ini, tidak ada pengadaan dan pemasangan karena terdapat pengalihan fokusan anggaran untuk penanganan pandemi," kata Kepala Dishub Jabar Hery Antasari, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Kenali Penyebab Rasa Kantuk Menghinggapi Saat Mengendarai Motor

Petugas saat memasang pembatas jalan berteknologi roller barrier di salah satu titik rawan kecelakaan di Jabar. pembatas jalan itu diharapkan bisa meminimalisir dampak dari kecelakaan kendaraan.Dokumentasi Dishub Jabar Petugas saat memasang pembatas jalan berteknologi roller barrier di salah satu titik rawan kecelakaan di Jabar. pembatas jalan itu diharapkan bisa meminimalisir dampak dari kecelakaan kendaraan.

Melalui penambahan di tahun 2021, maka roller barrier akan tersedia sepanjang kurang lebih 1.300 meter. Tentu, titik rawan kecelakaan yang terjaring akan semakin banyak.

"Idealnya target kita untuk beberapa tahun ke depan itu 20 persen dari kebutuhan roller barrier kita sepanjang 3.200 meter. Tahun depan, dipasang sekitar 480 meter. Jadi PR-nya masih banyak," kata Hery.

Sejumlah pengendara saat melewati daerah rawan kecelakaan yang sudah dilengkapi pembatasan jalan dengan teknologi silinder putar atau roller barrier. Roller barrier terpasang di sejumlah titik untuk meminimalisir kecelakaan fatal.Dokumentasi Dishub Jabar Sejumlah pengendara saat melewati daerah rawan kecelakaan yang sudah dilengkapi pembatasan jalan dengan teknologi silinder putar atau roller barrier. Roller barrier terpasang di sejumlah titik untuk meminimalisir kecelakaan fatal.

Hanya saja, Hery tidak merinci secara detil wilayah yang ditargetkan untuk dipasang roller barrier tahun depan. Jika melihat histori tingkat kecelakaan fatal, Tanjakan Emen di Subang dan kilometer 92 Tol Cipularang mungkin masuk daftar.

"Roller barrier itu sangat dibutuhkan terutama di jalur provinsi yang kerap terjadi keelakaan. Dari beberapa kejadian, ada kecelakaan terselamatkan oleh nya," ujar Hery lagi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X