Pebalap F1 Selamat dari Kobaran Api, Ini Rahasia Pada Baju Balapnya

Kompas.com - 30/11/2020, 08:02 WIB
Pebalap Formula 1(F1) Romain Grosjean terbakar hidup-hidup karena kecelakaan saat balapan di Bahrain Tangkapan layar Instagram @f1Pebalap Formula 1(F1) Romain Grosjean terbakar hidup-hidup karena kecelakaan saat balapan di Bahrain

JAKARTA, KOMPAS.com - Balapan Formula 1 (F1) di Bahrain menjadi mimpi buruk bagi Romain Grosjean. Pebalap tim Haas F1 tersebut kecelakaan parah hingga terbakar hidup-hidup.

Beruntung, Grosjean masih bisa menyelamatkan diri sendiri dan keluar dari kobaran api pada mobilnya. Saat keluar, terlihat tubuh Grosjean sama sekali tidak terbakar.

Baca juga: Sentuh Rekor Michael Schumacher, Begini Spek Mobil F1 Lewis Hamilton

Semua berkat teknologi baju balapnya yang canggih. Untuk diketahui, sejak tahun 1975, FIA sudah mengisyaratkan bahwa baju balap harus tahan api. Sehingga, dapat memberikan perlindungan yang kuat saat terjadi kebakaran di mobil.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by RaceYourLife (@_race_your_life)

Setiap produsen baju balap pun merasa tertantang, karena harus bisa membuat baju balap dengan spesifikasi sama persis seperti pakaian astronot. Faktor terpenting adalah material yang digunakan, yakni Nomex.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari Formula1-dictionary.net, Nomex adalah material yang tahan api dan merupakan serat ringan yang sudah mengalami pengujian termal di laboratorium. Baju balap dengan bahan Nomex mampu menahan api dengan suhu 400 derajat Celcius sampai 800 derajat Celcius.

Baca juga: Ini Perangkat yang Ada di Baju Balap Para Rider MotoGP

Baju balap yang dipakai para pebalap dan kru pit, memiliki manset elastis pada pergelangan tangan dan kaki yang terbuat dari dua hingga empat lapisan Nomex.

Satu baju balap harus melewati 15 kali pencucian dan 15 kali dry cleaning sebelum akhirnya diuji. Bahan ini selanjutnya diuji termal mulai 600 derajat Celcius hingga 800 derajat Celcius. Bagian dalamnya tidak boleh lebih dari 41 derajat Celcius, setidaknya dalam 11 detik.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FORMULA 1® (@f1)

Bagian ritsleting pada baju balap ini juga harus mampu menahan suhu yang sama dan tidak boleh meleleh atau menghantarkan panas ke dekat kulit penggunanya. Selain itu, semua benang atau bahan yang digunakan untuk menjahit logo sponsor juga harus tahan api. Meski demikian, baju balap haruslah ringan dan memiliki pori-pori agar masih ada sirkulasi.

Di dalam baju balap tersebut, pebalap menggunakan lapisan pakaian dalam yang juga tahan api. Balaclava yang digunakan sebelum memakai helm juga tahan api.

Rio Haryanto pebalap F1 Manor Racing asal Indonesiamotorsport.com Rio Haryanto pebalap F1 Manor Racing asal Indonesia

Sarung tangan balap yang digunakan juga terbuat dari bahan Nomex yang tipis. Di bagian telapak tangan, terbuat dari bahan suede untuk memberikan sensitivitas pada pengemudi. Sedangkan sepatu balap, juga dibuat dengan bahan tahan api yang lembut dan empuk.

Sol karetnya jauh lebih tipis daripada sepatu biasa. Tujuannya untuk memberikan kontak yang akurat dan bebas slip dengan pedal mobil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X