Mobil Listrik Baru Bisa Laris Kalau Harga Rp 300 Jutaan

Kompas.com - 27/11/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI) Riyanto menyatakan bahwa saat ini mobil listrik atau battery electric vehicle ( BEV( yang dipasarkan di tanah Air masih sulit dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pasalnya, mobil rendah emisi yang telah resmi dipasarkan di Indonesia berada pada kisaran Rp 600 jutaan. Padahal, penyerapan pasar otomotif roda empat terbesar ada pada LMPV dan LCGC dengan harga Rp 200 juta - Rp 400 jutaan.

"Menurut saya, mobil listrik yang ada saat ini sebenarnya terlalu mewah (mahal) untuk Indonesia. Banyak pula fasilitas atau fitur yang tak krusial. Memang, ini jadi tugas bersama khususnya jika ingin local production," ujar Riyanto dalam webinar, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Dari Avanza sampai Mercy, Mobil Bekas Taksi Ramai Dicari Saat Pandemi

Ilustrasi Pabrik Tesla di ASreuters.com Ilustrasi Pabrik Tesla di AS

"Kalau nanti produksi dalam negeri (mobil listrik), baiknya menyasar kelas bawah dulu. Dibuatkan mobil keluarga 7-penumpang atau LCGC, tapi listrik yang harganya Rp 300 juta - Rp 350 juta. Sehingga, benar-benar terjadi peralihan," ucap Riyanto, melanjutkan.

Sejalan dengan hal tersebut, dibuatkannya berbagai jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di ruas-ruas padat lalu lintas dan kafe sehingga memudahkan pemilik dalam mengisi daya mobil listrik.

"Kemudian kalau untuk syarat daya listrik rumahan untuk mengisi baterai mobil listrik, bisa disesuaikan. Pastinya, saat ini persyaratan 2.200 Watt sangat besar (berat) bagi mayoritas warga Indonesia," kata dia.

Sebab, rata-rata daya listrik rumahan masyarakat berada di 450 watt sampai 1.300 watt. Sangat jauh dari rekomendasi pabrikan mobil.

Baca juga: Siapa Target Konsumen Lexus UX 300e?

Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).DOK. LEXUS INDONESIA Menggunakan baterai jenis lithium-ion, Lexus UX 300e memiliki motor listrik berkapasitas 54,3 kilowatt per jam (kWh) yang dapat menghasilkan 201 horsepower dan torsi 300 Newton meter (Nm).

Pada kesempatan terpisah, Sekertaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan bahwa tantangan produsen otomotif kini adalah menurunkan harga jual mobil listrik.

Sambil menunggu turunnya harga baterai dan komponen mobil listrik, pemerintah juga diharapkan memberi dukungan. Seperti pemberian insentif fiskal maupun non-fiskal yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah.

Ia menambahkan, saat ini negara yang paling unggul dalam memproduksi kendaraan bermotor listrik adalah China. Di sana, dalam setahun diproduksi kurang lebih 1 juta unit mobil listrik dengan total produksi sekitar 28 juta unit.

“Itu karena di China, kendaraan bermotor listrik diberi subsidi, di mana harganya disubsidi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kurang lebih 50 persen,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X