Bus PO ALS Sering Memakai Kursi Berbahan Fabric Bukan Kulit

Kompas.com - 23/11/2020, 19:01 WIB
Kabin bus AKAP Karoseri LaksanaKabin bus AKAP

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan Otobus (PO) Antar Lintas Sumatera (ALS) memang akhir-akhir ini aktif meluncurkan bus- bus baru. Mulai dari karoseri Adiputro, Tentrem dan yang terakhir dari Laksana di Ungaran.

Hal yang unik ada di bagian kabin dari bus-bus baru milik PO ALS ini. PO ALS untuk bus barunya masih mengandalkan kursi dengan bahan fabric (kain), sedangkan kebanyakan bus-bus baru, sudah mulai menggunakan bahan kulit sebagai pelapisnya.

Lalu kenapa bus dari PO asal Sumatera Utara ini sering menggunakan bahan fabric sebagai pelapis kursinya?

Baca juga: Status All New Honda Scoopy Bukan Skutik Murah Lagi

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Antar Lintas Sumatera (ALS) (@pt.antarlintassumatera)

 

Generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS, Sewan Delrizal Lubis mengatakan, sebenarnya tidak semua bus PO ALS menggunakan bahan fabric sebagai pelapis kursinya, banyak juga yang menggunakan kulit sintetis.

“Pilihan pelapis kursi penumpang ini tergantung dari selera pemiliknya saja. Mungkin memang lebih banyak yang fabric, tapi ada juga yang pakai kulit atau sintetis,” ucap Sewan kepada Kompas.com, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Diskon Motor Sport 150 cc Jelang Akhir Tahun, GSX Tembus Rp 3,5 Juta

Sewan mengatakan, memilih pelapis kursi penumpang baik fabric maupun kulit sintetis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Misalnya untuk fabric lebih tahan dan motifnya yang bermacam-macam.

Bahan fabric memang lebih sulit perawatannya, harus sering-sering dibersihkan dengan vacuum cleaner. Kalau yang kulit lebih mudah, tinggal dilap, tapi lebih gampang sobek bahannya,” kata Sewan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X