3 Faktor Ini yang Bikin Kendaraan Irit BBM, Bukan Penggunaan BBM Oktan Tinggi

Kompas.com - 16/11/2020, 10:12 WIB
Ilustrasi bensin berkualitas SHUTTERSTOCKIlustrasi bensin berkualitas
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pemilik kendaraan pastinya berusaha untuk melakukan penghematan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Ada beberapa cara yang dilakukan oleh pemilik kendaraan, salah satunya memilih jenis bahan bakar minyak (BBM) dengan nilai oktan lebih tinggi dari standar.

Tidak sedikit yang percaya dengan menggunakan bensin dengan Research Octane Number ( RON) lebih tinggi maka pembakaran di dapur pacu juga lebih sempurna.

Dengan begitu, maka tenaga yang dihasilkan oleh kendaraan juga bisa lebih maksimal. Efeknya, bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit dibandingkan dengan biasanya.

Baca juga: Jika SIM Hilang, Pemilik Harus Bikin Baru Lagi?

Tetapi, menurut Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Service Division PT Astra Daihatsu Motor ( ADM), efisiensi dalam konsumsi bahan bakar tidak begitu saja bergantung pada penggunaan bahan bakar.

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Dalam artian, tidak selalu bensin dengan RON tinggi bisa membuat konsumsi bahan bakarnya juga akan lebih hemat.

“Kalau rasio kompresinya sesuai maka penggunaan BBM oktan tinggi bisa lebih irit, tetapi kalau kompresi rendah menggunakan bensin oktan tinggi maka tenaganya juga tidak maksimal,” ujar Bambang kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Bambang mengatakan, untuk efisiensi bahan bakar ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh setiap pemilik kendaraan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

“Ada tiga faktor yang membuat konsumsi bahan bakar kendaraan bisa lebih efisien, yang pertama adalah kondisi kendaraan itu sendiri (speknya, kompresi ruang bakar, bensin dan lainnya,” kata Bambang.

Lalu lintas padat di kawasan pusat perbelajaan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (13/6/2013). Untuk mengatasi kemacetan yang terus terjadi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.KOMPAS / LASTI KURNIA Lalu lintas padat di kawasan pusat perbelajaan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (13/6/2013). Untuk mengatasi kemacetan yang terus terjadi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Direktorat Lalu lintas Polda Metro Jaya akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.

Selain itu, Bambang melanjutkan, faktor yang kedua adalah bagaimana cara pengemudi mengendarai kendaraannya.

“Kondisi penggunaan driver (ngebut, slow, eco driving dan lainnya), dan yang ketiga adalah kondisi jalan yang dilewati,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi jalan termasuk kepadatan lalu lintas juga berpengaruh terhadap tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Seperti halnya, saat lalu lintas lengang tentunya tingkat penggunaan bahan bakar juga lebih hemat dibandingkan ketika kondisi jalanan macet.

“Jadi ketiga faktor itulah yang mempengaruhi efisiensi penggunaan BBM ketika berkendara,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X