Mobil Pakai BBM Oktan Rendah, Bisa Sebabkan Mesin Ngelitik

Kompas.com - 15/11/2020, 11:41 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pabrikan kendaraan roda empat sudah memberikan rekomendasi jenis bahan bakar minyak ( BBM) yang sesuai.

Pemilihan jenis bensin ini disesuaikan dengan rasio kompresi, sehingga pembakaran di ruang mesin bisa terjadi dengan sempurna.

Hanya saja, terkadang pemilik kendaraan sering mengabaikan hal itu, yakni dengan menggunakan BBM dengan nilai oktan yang berbeda atau bahkan lebih rendah.

Padahal, penggunaan jenis bahan bakar yang tidak sesuai akan memberikan efek buruk pada kendaraan.

Baca juga: Catat, Ini Daftar 17 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, kendaraan yang menggunakan bensin dengan nilai oktan yang tidak sesuai menyebabkan pembakaran di dapur pacu tidak sempurna.

“Misalkan, mobil yang seharusnya minum bensin dengan oktan 92 tetapi justru menggunakan yang oktannya 88. Itu membuat pembakaran di ruang mesin tidak sempurna,” kata Suparna kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kondisi kepala silinder rusakfsae.com Kondisi kepala silinder rusak

Suparna menambahkan, ketika kendaraan menggunakan bensin yang tidak sesuai apalagi yang lebih rendah maka proses pembakaran tidak terjadi pada posisi yang seharusnya.

Hal ini menyebabkan piston tidak bisa bekerja maksimal hingga akhirnya menyebabkan suara ngelitik atau knocking.

“BBM dengan oktan lebih rendah akan membuat kerja mesin menjadi lebih berat. Itulah yang menyebabkan ngelitik dan bisa menimbulkan kerak karena pembakaran yang tidak sempurna,” tuturnya.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) mengatakan, mesin yang mengalami gejala ngelitik atau knocking bisa dirasakan ketika akselerasi.

Seorang netizen dalam postingan di media sosial mengeluh saat mengisi bensin di SPBU 34-10604 di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Ia menduga ada kecurangan yang dilakukan pihak manajemen SPBU, Rabu (31/5/2017)Kompas.com/David Oliver Purba Seorang netizen dalam postingan di media sosial mengeluh saat mengisi bensin di SPBU 34-10604 di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat. Ia menduga ada kecurangan yang dilakukan pihak manajemen SPBU, Rabu (31/5/2017)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X