Heboh RUU Larangan Minuman Alkohol, Ingat Lagi Ancaman Mengemudi Saat Mabuk

Kompas.com - 15/11/2020, 07:21 WIB
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cawang-Grogol, tepatnya di Km 06 Layang Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 11.20 WIB. Dok. TMC Polda Metro JayaKecelakaan beruntun terjadi di Jalan Tol Cawang-Grogol, tepatnya di Km 06 Layang Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 11.20 WIB.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tengah menggodok draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Larangan Minuman Beralkohol.

Namun sebelum RUU ini diajukan, undang-undang sudah jelas melarang pengemudi sehabis minum minuman keras membawa kendaraan bermotor baik mobil atau motor.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan ( Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, sudah menjadi rahasia umum jika pengemudi mabuk bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Maut Xpander Vs Mobilio, Ini Sanksi Pengemudi Mabuk

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

“Mengemudi usai minum minuman beralkohol, terlebih sampai mabuk berpotensi merusak konsentrasi. Padahal, konsentrasi amat dibutuhkan untuk seorang pengemudi agar lebih aman, nyaman, dan selamat saat berkendara,” kata Edo kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemampuan menjaga konsentrasi adalah mutlak untuk memperkecil risiko saat berlalu lintas jalan. Konsentrasi bisa dijaga dengan senantiasa fokus dan waspada.

“Maka dari itu konsentrasi ini juga dituangkan dalam Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dalam pasal 106 ayat (1),” ujarnya.

suasana evakuasi korbanHumas Polda NTB suasana evakuasi korban

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, menjelaskan kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mabuk akan dikenakan UU nomor 22 tahun 2009 LLAJ Pasal 311.

Jeratan pasal ini dikarenakan adanya unsur kesengajaan pengemudi.

“Yakni mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan membahayakan, sehingga menyebabkan kecelakaan," ujar Fahri.

Baca juga: Pahami Beda Sanksi Kecelakaan Karena Mengantuk dan Mabuk

Pasal 311 ayat (1) berbunyi:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X