Perlukah Insentif Pajak Pembelian Kendaraan di Tengah Pandemi?

Kompas.com - 13/11/2020, 18:41 WIB
Ilustrasi penjualan mobil Stanly/KompasOtomotifIlustrasi penjualan mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) menilai bahwa terobosan pemerintah untuk mempermudah masyarakat dalam memiliki kendaraan bermotor baru di tengah pandemi Covid-19 ialah penting.

Pasalnya, sebagaimana dikatakan Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, industri otomotif nasional memiliki multiplier effect yang panjang baik mengarah ke perusahaan pembiayaan maupun asuransi. Sehingga, percepatan pemulihan ekonomi Indonesia bisa berjalan cepat.

Di samping itu, bila sektor otomotif tumbuh maka utilisasi pabrik dapat meningkat. Berbanding lurus dengannya, penyerapan tenaga kerja pada sektor terkait mampu tumbuh khususnya IKM sebagai pemasok tier dua dan tiga pabrikan.

Baca juga: Kemenperin Buka Suara Tentang Rencana Tesla Buat Pabrik di Indonesia

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

"Kami sampaikan konsumen perlu dibantu banyak agar kami pelaku industri bisa tetap produksi. Sebab industri otomotif ini memiliki pengaruh ke sektor lain," ucap Kukuh dalam diskusi virtual, Kamis (12/11/2020).

"Contohnya, 80 persen pembelian kendaraan bermotor menggunakan jasa keuangan, belum lagi ada sektor asuransi, lalu ada UMKM yang memasok komponen dan sebagainya yang mendorong ekonomi. Kalau otomotif tumbuh maka utilisasi pabrik yang meningkat bisa menyerap lagi tenaga kerja di sektor ini," tambah dia.

Tanpa dukungan pemerintah, Kukuh menilai akan sangat berat bagi para anggota Gaikindo untuk dapat memenuhi target penjualan mobil tahun ini sebesar 600.000 unit.

"Kami hanya punya sisa dua bulan untuk mengejarnya. Apalagi kalau sudah Desember, itu pasti masyarakat sudah memilih untuk liburan dan menunda membeli sampai tahun depan," ujar dia.

Baca juga: Gaikindo Akui Target Penjualan Mobil Tahun Ini Berat Tercapai

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Gaikindo menurut Kukuh meyakini bahwa Kemenkeu tidak sepenuhnya menolak usulan pemberian insentif pajak nol persen untuk pembelian kendaraan baru. Hanya saja, mereka membutuhkan waktu untuk menentukan insentif serupa.

"Mudah-mudahan ada upaya lain yang bisa mempercepat pulihnya industri kendaraan bermotor. Kalau masyarakat diberi stimulus, kami menunggu karena bisa membantu untuk bangkit," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti menilai upaya Kemenperin mengusulkan keringanan pajak pembelian kendaraan sudah tepat untuk menggerakkan perekonomian.

Sebab, pandemi Covid-19 terbukti telah mengurangi konsumsi akibat daya beli yang berkurang. Tapi, insentif keringanan pajak tersebut cukup sulit disahkan mengingat ekonomi tengah mengalami resesi.

Baca juga: Penjualan Isuzu Turun Selama Pandemi

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

"Karena sebagian masyarakat sudah hilang pekerjaan atau berkurang pendapatannya. Pemerintah seharusnya bisa melakukan intervensi dengan memberikan insentif fiskal," ujar Esther.

"Usulan pajak nol persen untuk kemungkinan kajiannya baru selesai tahun depan dari BKF, ini perlu waktu. Tapi sektor otomotif harus bersiap untuk lari marathon," lanjutnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri otomotif berkontribusi 10 persen terhadap perekonomian Indonesia. Adapun penyerapan tenaga kerjanya mencapai sekitar 1,5 juta orang, termasuk industri yang bersinggungan baik langsung maupun tak langsung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X