Pemerintah Targetkan Solar B40 Bisa Terealisasi di 2022

Kompas.com - 13/11/2020, 16:02 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan dapat mengimplementasikan program B40 atau pencampuran biodiesel 40 persen dalam bahan bakar solar pada tahun 2022.

Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Andriah Feby Misnah menyatakan, hal ini sesuai dengan peta jalan mandatori biodiesel yang tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2015.

"Namun saat ini B40 masih dalam tahap pengujian. Rencana kita, realisasinya di 2022," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Kemenperin Buka Suara Tentang Rencana Tesla Buat Pabrik di Indonesia

Ilustrasi biodiesel B30esdm.go.id Ilustrasi biodiesel B30

Saat ini, pemerintah melalui ESDM tengah melakukan kajian awal B40 dengan ruang lingkup uji karakteristik bahan baku, uji stabilitas penyimpanan, uji filter bahan bakar, uji presiptasi, dan uji kinerja.

Adapun rekomendasi awal kajian untuk campuran B40 ada beberapa opsi. Di antaranya, mencampur Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40 persen, pencampuran FAME 30 persen dan Distillate Palm Methyl Ester (DPME) 10 persen, serta pencampuran FAME 30 persen dengan Green Diesel 10 persen.

Pada kesempatan terpisah, Kasubdit Keteknikan Lingkungan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Effendi Manurung memaparkan, tahun depan jika segala proses berjalan lancar program B40 akan memasuki uji jalan.

Baca juga: Alasan Diterapkan Tarif Terintegrasi di Ruas Tol Jakarta-Cikampek

"Kami juga mulai menyesuaikan regulasi mandatori biodiesel dan penetapan regulasi B40," ucapnya.

Feby juga menyebut, sejauh ini pihaknya telah menjalankan program B30 dengan optimal dan tanpa kendala. Hanya saja pada tahun 2020, target pemanfaatan B30 tidak bisa sesuai kehendak awal yang mencapai 9,5 juta kiloliter.

Target baru karena adanya pandemi Covid-19 terhadap pemanfaatan B30 tahun ini jadi 8,3 juta kiloliter. "Kemudian, realisasi hingga 10 November 2020 sudah berada di sekitar 7,14 juta kiloliter," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X