Begini Cara Mencegah Terlibat Tabrakan Beruntun

Kompas.com - 11/11/2020, 10:22 WIB
Ilustrasi tabrakan dari belakang akibat tak menjaga jarak www.sykesassistance.comIlustrasi tabrakan dari belakang akibat tak menjaga jarak

JAKARTA, KOMPAS.com - Menabrak mobil atau sepeda motor dari depan dan belakang, paling sering terjadi di Indonesia. Tabrakan beruntun antara satu kendaraan dengan yang lain sangat berbahaya, merugikan keselamatan dan materil.

Banyak faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Contoh, sopir kurang waspada, hingga mengantuk kerap menjadi penyebab utama.

Menurut Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, terdapat tiga aspek penting yang wajib diterapkan oleh pengemudi atau pengendara jika mau menghidar terlibat dari tabrakan beruntun.

Baca juga: Cara Loyalis Mobil Putih Pulihkan Sektor Wisata Akibat Pandemi                

Pertama, senantiasa melepas pandangan jauh ke depan untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya.                                         

Ilustrasi berkendara di tol trans jawadok.HPM Ilustrasi berkendara di tol trans jawa

“Paling penting, soal pergerakan kendaraan di depan bisa menjadi poin penting dalam mengambil keputusan, seperti mengerem atau menambah kecepatan,” ujar Edo belum lama ini kepada Kompas.com.                                         

Baca juga: Optimisme Honda Luncurkan All New Scoopy di Tengah Pandemi                 

Kedua, wajib menjaga jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan bermotor.

Terakhir, jika ingin pindah lajur diwajibkan menyalakan lampu isyarat (sein).

“Perhatikan juga kondisi di sekitar dengan cara melihat kaca spion, jika sudah aman baru diperbolehkan,” kata Edo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X