Nasib Penjualan Mobil Bekas di Tengah Resesi dan Pandemi

Kompas.com - 10/11/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga usai, membuat beberapa sektor usaha terkenda dampak, tidak terkecuali untuk sektor otomotif.

Belum lagi saat ini status Indonesia saat ini sudah memasuki masa resesi ekonomi.

Selain agen pemegang merek (APM), kondisi ini juga mendapat komentar dari para pebisnis mobil bekas.

Beberapa pemain, memprediksi akibat pandemi dan resesi yang terjadi akan membuat bisnis mobil seken kembali mengalami perlambatan.

Pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran Andi mengatakan, hal tersebut tentu berpengaruh dan membuat mobil bekas sepi peminat lantaran terbatasnya daya beli masyarakat.

Baca juga: Begini Cara Aman Ganti Ban Mobil Untuk Pengemudi Wanita

Mobil itu bukan kebutuhan yang pokok (mendesak), pasti berpengaruh,” kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/11/2020).

Namun demikian, untuk saat ini Andi mengatakan belum terlihat angka penurunan penjualan. Bahkan dirinya mengaku penjualan mobil bekas saat ini sedang bagus-bagusnya.

Mobil Toyota Innova warna hitam B 1103 NFR disita KPK terkait kasus dugaan pencucian uang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto diambil pada Jumat (14/3/2014).KOMPAS.com/DIAN MAHARANI Mobil Toyota Innova warna hitam B 1103 NFR disita KPK terkait kasus dugaan pencucian uang Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Foto diambil pada Jumat (14/3/2014).

“Kalau sekarang lagi bagus-bagusnya, terutama segmen mobil keluarga seperti Toyota Innova. Biasanya pada waktu awal-awal pandemi kita menjual hanya 2 unit perbulan, sekarang bisa 4 sampai 5 mobil. Kisaran harganya pun naik Rp 5 juta sampai Rp 10 jutaan,” katanya.

Sementara Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, penjualan mobil bekas saat ini memang tetap akan ada pergerakan, namun secara statistik sangat lambat karena timbulnya beberapa pertimbangan dari konsumen untuk mengeluarkan uang.

Baca juga: Begini Cara Aman Ganti Ban Mobil Untuk Pengemudi Wanita

“Dengan kondisi sekarang sudah pasti gerak lambat, daya beli mobil juga tidak bisa dihindari akan menurun. Selain mobil-mobil menengah ke atas yang akan lesu, mobil-mobil tahun muda juga akan demikian, karena masih punya nilai jual yang cukup tinggi,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X