Ingat, Jangan Biasakan Minum Suplemen Ketika Berkendara Jarak Jauh

Kompas.com - 31/10/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi berkendara mobil di jalan TelegraphIlustrasi berkendara mobil di jalan
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan perjalanan jarak jauh bersama keluarga di momen libur cuti bersama memang mengasyikan.

Menikmati setiap momen di perjalanan dengan suasana kekeluargaan di dalam kabin mobil tentunya menjadi saat yang diimpikan.

Tetapi, ketika melakukan perjalanan jarak jauh ada hal-hal yang perlu dipersiapkan terutama kondisi fisik pengemudi.

Apalagi bagi pengemudi yang tidak terbiasa melakukan perjalanan dengan jarak puluhan kilometer atau bahkan ratusan kilometer.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

Kondisi fisik yang lelah menjadi salah satu kendala ketika berkendara jarak jauh. Untuk itu, istirahat dan juga mengatur waktu perjalanan menjadi hal yang perlu diperhatikan seorang pengemudi.

Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

Jika tubuh sudah merasakan lelah apalagi mengantuk, sebaiknya tidak melanjutkan perjalan dan memilih untuk beristirahat. Hal ini karena jika memaksakan justru bisa berbahaya.

Akan tetapi, tidak sedikit yang menggunakan suplemen peningkat stamina tubuh agar kondisi fisik tetap terjaga dan bisa melanjutkan perjalanan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, saat melakukan perjalanan jarak jauh seorang pengemudi sangat perlu beristirahat saat secara berkala.

Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya

Tujuannya adalah untuk memulihkan stamina serta untuk melepaskan penat hingga peregangan selama menempuh perjalanan.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

“Idealnya setelah melakukan perjalanan maksimal 3 jam, wajib beristirahat selama 30 menit atau 1 jam untuk tidur,” kata Sony kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Menurutnya, memilih waktu istirahat di sela perjalanan cukup penting daripada melanjutkan perjalanan dalam kondisi fisik yang sudah lelah.

Sony tidak menyarankan pengemudi meminum suplemen untuk menjaga kondisi tubuh selama menempuh perjalanan.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

Walaupun setelah minum minuman berenergi kondisi tubuh akan terasa lebih terjaga, tetapi hal itu termasuk memaksakan kondisi tubuh.

“Efeknya hanya sesaat, boostnya ok atau bagus tapi dropnya cepat, sehingga pengemudi nantinya cenderung maksa, padahal sudah lelah ini yang bahaya,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X