5 Kebiasaan Buruk yang Dilakukan Wanita Saat Naik Motor

Kompas.com - 13/10/2020, 07:12 WIB
Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan. dok.KompasianaOrang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap pengendara sepeda motor wajib mematuhi setiap peraturan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

Selain itu, setiap pengendara juga wajib untuk menjaga konsentrasi saat mengemudikan kendaraan roda dua di jalan raya.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Bagi pelanggar tentunya akan dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Akan tetapi, tidak sedikit pengendara yang ternyata mengabaikan faktor keselamatan ketika mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Kendaraan yang Sudah Dijual Sebaiknya Langsung Blokir STNK, Ini Alasannya

Perilaku bahaya yang kadang tidak disadari ini tidak jarang dilakukan oleh pengendara wanita. Berikut 5 kebiasaan berbahaya yang dilakukan wanita saat mengendarai sepeda motor.

Naik motor berdiritribunnews.com Naik motor berdiri

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Manuver tidak aman

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, saat mengendarai sepeda motor seorang wanita cenderung labil.

Bahkan ada anggapan bahwa sepeda motor tidak berbahaya, sehingga mereka pun melakukan manuver yang sembarangan.

“Wanita itu sering melakukan manuver yang tidak aman dan tidak peka terhadap lingkungan. Misalnya berhenti di tengah jalan saat akan berbelok, berbelok secara tiba-tiba,” kata Sony kepada Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Blokir STNK Tak Perlu ke Samsat, Begini Caranya

Perilaku tersebut tentunya tidak hanya bisa membahayakan pengendara itu sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Ilustrasi wanita hijab naik motorkaskus.co.id Ilustrasi wanita hijab naik motor

2. Sering lupa mematikan sein

Setiap pengendara wajib menyalakan lampu isyarat kendaraan ketika hendak berbelok atau berpindah jalur. Dan setelah selesai melakukannya, sebaiknya lampu sein juga segera dimatikan.

Sehingga, tidak membuat bingung pengendara lain yang ada di depan maupun di belakangnya.

Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum jika pengendara wanita terkenal dengan sein kiri belok ke kanan.

Hal ini dikarenakan tidak sedikit wanita yang lupa mematikan lampu isyarat ketika selesai berbelok atau berganti arah.

Baca juga: STNK Hilang Tapi Motor Masih Kredit, Begini Cara Mengurusnya

“Pengendara wanita juga sering tidak mematikan lampu sein ketika berbelok,” ucapnya.

Ilustrasi menggunakan ponsel saat mengendarai motor. Kini ETLE bisa merekam pelanggaran seperti ini.KOMPAS.com/IRFAN MAULLANA Ilustrasi menggunakan ponsel saat mengendarai motor. Kini ETLE bisa merekam pelanggaran seperti ini.

3. Menggunakan ponsel

Berkendara sembari menggunakan telepon seluler (ponsel) tentunya sangat berbahaya. Tidak hanya itu, perilaku tersebut juga termasuk pelanggaran lalu lintas yang bisa dilakukan penindakan.

Tetapi, tidak sedikit pengendara wanita yang masih melakukan aktivitas tersebut saat berkendara.

“Terkadang ada pengendara wanita yang berkendara sambil texting,” kata Sony.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Penerbitan STNK Baru

Naik motor tangan dibalikhipwee.com Naik motor tangan dibalik

4. Cara memegang grip stang

Perilaku bahaya lain yang juga sering dilakukan oleh wanita adalah dalam memegang grip stang.

Tidak jarang ditemui, wanita yang sembarangan dalam memegang grip gas yakni dengan cara terbalik atau telapak tangan menghadap ke atas.

Sony mengatakan, cara tersebut bisa berbahaya karena cara memegang grip yang tidak benar.

“Wanita banyak yang takut kotor atau hitam karena sinar matahari, sehingga kadang nyeleneh dalam menggenggam grip stang (terbalik). Selain itu, juga banyak yang menghalalkan modifikasi untuk membantu dirinya agar lebih nyaman,” tutur Sony.

Baca juga: Catat, Ini Syarat dan Alur Urus STNK Hilang

Warga mendokumentasikan tragedi ketika seorang perempuan setengah baya berbaring di aspal, sementara roknya melilit gir motor yang ditumpanginya. Peristiwa terjadi di Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.DOKUMENTASI WARGA Warga mendokumentasikan tragedi ketika seorang perempuan setengah baya berbaring di aspal, sementara roknya melilit gir motor yang ditumpanginya. Peristiwa terjadi di Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Menggunakan busana berbahaya

Kejadian pakaian wanita yang tersangkut pada roda belakang atau gir kendaraan sudah sering terjadi.

Tidak hanya bisa menyebabkan luka-luka, tetapi ada juga korban yang sampai meninggal dunia karena luka parah yang dideritanya.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Sony mengatakan, saat naik motor wanita sering menggunakan kostum yang kewanitaan, sehingga banyak yang membahayakan.

“Seperti tersangkut gear roda belakang, pakaiannya menjuntai layaknya bendera dan ada yang takut pakaiannya rusak, berkendaranya jadi tidak nyaman,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.