Pahami Batas Minimal Kecepatan di Jalan Tol, Jangan Terlalu Pelan

Kompas.com - 11/10/2020, 15:31 WIB
Ilustrasi: Jalan tol ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/wsj.Ilustrasi: Jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com – Jika berbicara soal kecepatan di jalan tol, pasti yang teringat di kepala yaitu batas kecepatan atau speed limit. Namun yang dipikirkan hanya batas kecepatan tertinggi saja, padahal ada batas kecepatan terendah di jalan tol.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2003 Pasal 23 Ayat 4 huruf a mengatakan, batas kecepatan paling rendah 60 kilometer per jam dalam kondisi arus bebas dan paling tinggi 100 kilometer per jam untuk jalan bebas hambatan.

Berdasarkan PP tersebut, setidaknya kendaraan yang berada di jalan tol, minimal memiliki kecepatan 60 kpj. Namun sayangnya masih ada yang tidak tahu dan berfikir kalau semakin rendah kecepatannya, malah semakin aman.

Baca juga: Innova Facelift Resmi Meluncur di Vietnam, Harga Mulai Rp 400 Jutaan

Ilustrasi rambu batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan.Sebastian Bozon / AFP Ilustrasi rambu batas kecepatan maksimal yang diperbolehkan.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, ketika menyetir di jalan tol namun kecepatannya di bawah batas terendah, ada bahaya yang mengintai pengemudi tersebut.

“Risiko terbesarnya yaitu ditabrak dari belakang atau mengganggu arus lalu lintas,” ucap Sony kepada Kompas.com, Minggu (11/10/2020).

Sony menambahkan, masih sering ditemukan pengemudi yang berjalan lambat di jalan tol. Jika batas kecepatan terendah 60 kpj, seharusnya berada di lajur paling kiri, namun masih ada saja yang salah lajurnya.

Baca juga: Suzuki Bawa XL7 Bergaya Adventure di IMX 2020

“Yang celaka kalau berbicara mobil kecil yang di lajur tengah atau kanan kecepatannya 60 kpj sambil santai. Enggak ditabrak saja sudah bagus, kadang mereka tidak peduli,” kata Sony.

Sony mengatakan, kesadaran dan pemahaman pengguna jalan tol masih rendah. Misal tentang pentingnya lajur yang sesuai dengan kecepatan kendaraan, lalu lajur paling kanan hanya untuk mendahului.

“Ini akibat dari SIM nembak dan tidak pernah belajar tentang keselamatan berkendara. Hal sepele tapi bisa fatal,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X