Ada Demonstrasi, Begini Berkendara Aman Melewati Aksi Unjuk Rasa

Kompas.com - 08/10/2020, 14:41 WIB
Ribuan buruh dari PT Nikomas Gemilang melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan sepatu KOMPAS.com/RASYID RIDHORibuan buruh dari PT Nikomas Gemilang melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang perusahaan sepatu
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada hari ketiga unjuk rasa (8/10/2020), elemen buruh bersama mahasiswa memusatkan aksi di sekitar Istana Negara untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Para pengemudi mobil dan pengendara motor harus menyikapi dengan baik aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta.

Sebab lokasi demonstrasi yang berada di jalan raya kerap kali anarkis dan berakibat buruk kepada pengguna jalan.

Baca juga: Toyota Kijang Innova Terbaru Hadir Duluan di Vietnam

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar membakar ban bekas saat berunjuk rasa, di depan kampus UIN Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/10/2020). Dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10/2020) karena dinilai merugikan para pekerja dan hanya menguntungkan bagi pengusaha.ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar membakar ban bekas saat berunjuk rasa, di depan kampus UIN Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/10/2020). Dalam aksi unjuk rasa tersebut mereka menolak Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR pada Senin (5/10/2020) karena dinilai merugikan para pekerja dan hanya menguntungkan bagi pengusaha.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, mengatakan, pengemudi harus selalu waspada memperhatikan situasi di jalan.

“Yang bisa kita lakukan itu ada dua, yaitu langkah preventif dan antisipatif,” ucap Jusri, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Jusri menjelaskan, langkah preventif bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Salah satunya dengan mengikuti perkembangan kabar soal aksi unjuk rasa dari berbagai media.

Baca juga: Perkiraan Tampilan Honda Civic Generasi Baru, Makin Mirip Accord

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

“Kita bisa memantau situasi dari TV, radio, media cetak dan elektronik. Dengan begitu kita bisa menghindari lokasi-lokasi unjuk rasa,” tuturnya.

“Kalau kita terpaksa harus meeting, mungkin bisa dilakukan secara teleconference kan sekarang sudah banyak teknologinya. Itu juga salah satu langkah preventif yang bisa dilakukan,” kata Jusri.

Sementara itu, langkah antisipatif yang bisa dilakukan saat berkendara misalnya dengan menghindari lokasi unjuk rasa dan mencari jalan lain, agar terhindar dari kerumunan massa.

“Tapi kalau sudah terjebak, jangan lakukan hal yang bisa memancing massa. Misalnya memencet klakson, menggunakan perhiasan atau aksesoris mencolok. Tetap tenang dan selalu siap dengan segala kondisi,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X