Harapan Perusahaan Logistik Soal Insentif Pemerintah

Kompas.com - 01/10/2020, 19:21 WIB
Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIRatusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.comPerusahaan logistik saat ini juga turut terdampak pandemi Covid-19. Jika diperkirakan, perusahaan logistik hanya mampu bertahan rata-rata antara tiga sampai enam bulan saja.

Salah satu cara agar tetap bisa bertahan yaitu untuk mendorong pembuat kebijakan atau pemerintah untuk memberikan banyak fasilitas pada tempat yang tepat. Jangan hanya memberikan uang karena tidak berkelanjutan.

“Memang membagi-bagi uang bisa meningkatkan trade, namun tidak sustain. Kita sebagai pemilik juga harus mampu memberikan informasi yang tepat, cepat dan aman agar mereka bisa memberikan insentif yang tepat,” ucap Direktur PT Eka Sari Lorena Group, Eka Sari Lorena Soerbakti dalam Logisly Online Media Session, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Ada Risiko Beli Mobil Baru Jika Relaksasi Pajak Nol Persen Berlaku

Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ratusan mobil truk berhenti menunggu selesainya pembatasan jam operasional truk di jalan raya Parung Panjang menuju Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (10/01/2019). Pemerintah Kabupaten Tangerang membatasi jam operasional kendaraan jenis truk golongan 2 hingga truk golongan 5 yang membawa muatan material tanah dan pasir. Jenis-jenis kendaraan tersebut baru dapat melintas pukul 22.00-05.00 WIB.

Insentif yang tepat dan cepat ini dimaksudkan agar ada bantuan yang berkelanjutan. Contohnya untuk pengadaan truk itu beban biaya dan bunganya yang besar, kemudian juga harus ada pengecekan kendaraan atau uji KIR.

“Kalau di luar negeri, KIR itu gratis, sedangkan di sini bayar dan antre. Banyak insentif yang sebenarnya bisa diformulakan sehingga nanti outputnya berdampak ke banyak orang,” kata Eka.

Baca juga: Beredar Gambar Kijang Innova Terbaru, Ini Kata Toyota

Eka menambahkan, tahun kemarin banyak sekali perusahaan logistik yang melakukan investasi. Jadi sebenarnya harus dibantu beban keuangan yang mereka miliki untuk dapat keringanan dan harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Kalau tidak dilakukan dengan cepat dan tepat, saya rasa akan membuat mereka lebih cepat lagi tidak mampu untuk beroperasi. Padahal transportasi dan logistik ini seperti darah, kalau ada problem, tubuh kita juga jadi bermasalah,” ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X