Ragam Mitos dan Fakta Seputar Isi BBM pada Mobil

Kompas.com - 01/10/2020, 17:41 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang punya cara atau kebiasaan yang berbeda-beda ketika mengisi bahan bakar minyak ( BBM) pada mobil. Sebagai contoh, mobil digoyang-goyang, hingga diisi bensin sampai luber.

Menurut sebagian orang, langkah tersebut bisa menghemat konsumsi BBM. Padahal, sangat tidak ada hubungannya, karena mobil itu irit atau boros salah satunya dipengaruhi oleh cara atau gaya mengemudi, hingga faktor eksternal lain.

Bagi yang belum tahu, berikut ini lima hal yang ternyata salah salah kaprah atau hanya sekedar mitos ketika mengisi BBM pada mobil:

Baca juga: 5 Komponen Motor yang Wajib Diperhatikan Saat Cuaca Panas

1. Mengisi BBM Tak Sampai Penuh

Membiarkan seperempat bagian dari tangki BBM dalam kondisi kosong dipercaya dapat mengurangi penguapan, sehingga dapat menghemat BBM. Selain itu, cara ini pun baik untuk mencegah BBM tumpah karena guncancan saat tangki terisi secara penuh.

“Hal ini hanya mitos, mengingat mobil zaman sekarang sudah dilengkapi dengan vapor recovery system, yang berfungsi untuk menahan penguapan, meskipun tangki BBM terisi penuh,” ujar Dealer Technical Support Dept. Head PT TAM Didi Ahadi kepada Kompas.com.

2. Posisi Gigi Netral

Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik

Saat mengisi bensin, posisi gigi perseneling harus dalam kondisi netral. Hal ini disebabkan karena dalam posisi netral tidak ada injeksi BBM menuju mesin, dan BBM pun bisa dihemat lebih banyak.

Faktanya, tidak ada hubungan antara isi BBM dengan aturan posisi gigi harus netral. Mobil zaman sekarang sudah dilengkapi dengan sensor yang secara otomatis akan menutup jalannya injeksi bahan bakar saat mesin nganggur.

Posisi gigi netral wajib dilakukan jika alasannya keamanan, mencegah mobil maju atau mundur tanpa disengaja.

Baca juga: Jalanan Sepi Ternyata Rawan Kecelakaan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X