Nasib Pedagang Motor Bekas Selama Masa Pandemi

Kompas.com - 28/09/2020, 17:02 WIB
Motor bekas yang dijajakan di Talenta Motor, di Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019). KOMPAS.com/GilangMotor bekas yang dijajakan di Talenta Motor, di Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/11/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) jilid dua di DKI Jakarta, kembali berimbas pada penjualan motor bekas. Bahkan disebut lebih parah ketimbang PSBB pertama dan PSBB transisi.

Yosia Hermanto, pedagang motor bekas dari showroom Talenta Motor di Palmerah Barat, Jakarta, mengatakan, pada PSBB kali ini dia mengalami omzet yang lebih besar ketibang sebelumnya.

"Lagi kacau buat dagang motor lagi sepi sekali. Lebih mending waktu PSBB pertama. Showroom buka tapi jarang sekali yang datang," kata Yosia kepada Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Yosia mengatakan, saat PSBB pertama tokonya tutup, kemudian PSBB transisi buka-tutup dengan mengikuti protokol kesehatan. Tapi bahkan saat toko tutup masih ada orang yang beli motor.

Baca juga: Transformasi Digital Nissan Kicks e-Power Bertema Off-Road

Ilustrasi motor sport 250 cc di diler motor bekasGridOto.com Ilustrasi motor sport 250 cc di diler motor bekas

"Kalau soal penjualan berasa sekali lagi susah. Kalau sebelumnya ada yang masih dari online, tapi sekarang sepi. Di online ada beberapa yang nanya tapi belom dapet," katanya.

Yosia berspekulasi bahwa sepinya penjualan karena calon konsumen lebih memilih untuk menyimpan uang sebab Indonesia diprediksi akan masuk fase resesi ekonomi.

Saat ini dia tidak menambah unit motor dan hanya tinggal menghabiskan unit yang ada. Dia juga lebih memilih untung sedikit asal motor bisa terjual ketimbang menumpuk di showroom.

"Orang lebih banyak menyimpan uang tunai. Sampai kapan, waduh mungkin sampai vaksin corona sudah keluar kali ya mungkin baru bisa normal lagi," katanya.

Hal senada disampaikan Arif King Priok, pemain dan pedagang RX-King, yang mengatakan omzetnya mulai menurun selama sebulan belakangan terutama setelah pengumuman PSBB jilid dua.

Sepeda motor Yamaha RX-KING milik Fadel yang hilang saat terparkir di samping rumahnya di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.Dok Pribadi Fadel Sepeda motor Yamaha RX-KING milik Fadel yang hilang saat terparkir di samping rumahnya di kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

"Jujur waktu PSBB pertama penjualan saya alhamdulihah lancar. Orang lain turun saya tidak. Bahkan justru meningkat 50 persen Karena di saya itu yang sulit cari barangnya. Tapi memang sebulan ini mulai turun," katanya.

Baca juga: Jam Kerja Pengemudi Truk dan Bus Masih Abai Keselamatan

"Kalau saya lihat mungkin orang mulai bosen. Waktu awal-awal sultan (orang kaya) beli motor karena butuh hobi buat mainan di rumah. Tapi sekarang saat PSBB ini mulai bosen sepertinya," katanya.

Darwin Danubrata, dari diler motor bekas Songsi Motor, di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengatakan, pedagang terpaksa menurunkan harga karena motor yang dijual status pajaknya harus hidup.

"Sementara, kalau motornya tidak kunjung laku, pajaknya jalan terus. Kalau motornya tidak laku, nanti saya harus bayar pajak lagi," katanya

Darwin mengatakan hanya menghitung penurunan berdasarkan modal. Misalkan, kalau biasanya menjual motor dengan batas Rp 11 juta, sekarang bisa turun jadi Rp 10,5 juta atau Rp 10 juta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X