Alasan Restorasi Motor Tua Masih Populer

Kompas.com - 24/09/2020, 16:41 WIB
Seorang pekerja melakukan pengelasan bodi vespa di bengkel restorasi vespa Lik Mul di Solo. ari purnomoSeorang pekerja melakukan pengelasan bodi vespa di bengkel restorasi vespa Lik Mul di Solo.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengembalikan kondisi sepeda motor seperti sedia kala atau restorasi merupakan salah satu upaya yang kerap dilakukan pecinta roda dua agar tunggangannya tetap menarik.

Biasanya, langkah tersebut dilakukan pada motor yang sudah berusia tua atau tak diproduksi di Indonesia lagi. Alasannya beragam, mulai dari ingin melestarikan sejarah sampai bernostalgia.

Spesialis restorasi motor dua tak, Nanang Wahyu K mengatakan bahwa masih banyak pecinta motor yang ingin bernostalgia. Sebab mencari motor jadul yang masih dalam kondisi baru sangatlah sulit.

Baca juga: Lagi Musim Motor Bekas, Pahami Bedanya Restorasi, NOS, dan Orisinil

Komunitas RX King bantu restorasi motor ojek online HermantoFB/Marali Ali Komunitas RX King bantu restorasi motor ojek online Hermanto

"Maka dari itu, salah satu yang bisa dilakukan ialah membuatnya seakan-akan motor keluaran dari diler yakni dengan restorasi total," ujar dia kepada Kompas.com belum lama ini.

"Kemudian ada kebanggaan tersendiri pada beberapa jenis motor karena sudah hampir punah keberadaannya," lanjut Nanang.

Selain itu, menurutnya, alasan lain restorasi adalah untuk kepuasan pribadi. Para penghobi atau kolektor motor tak seakan tidak peduli dengan harga yang dikeluarkan untuk restorasi.

Paling penting, kata dia adalah bisa mendapatkan motor idaman dengan kondisi yang istimewa.

Baca juga: Beli Motor NOS, Awas Bannya Kedaluwarsa

Proses restorasi motor bebek lawas di Greenseta Motorestor.Instagram/Greensetaracing Proses restorasi motor bebek lawas di Greenseta Motorestor.

“Ada juga yang demi kepuasan pribadi, karena dulu motor tersebut sempat ngetren pada eranya. Dan sekarang sudah jarang yang ditemukan dalam kondisi istimewa,” ucap Nanang.

Hal ini sebagaimana dirasakan oleh Farhan Zaidan selaku pemilik Honda Astrea Legenda 2 lansiran tahun 2003 ketika ditemui beberapa waktu lalu.

"Selain karena motor ini murah, ada kenangan tersendiri. Waktu saya belajar motor, saya menggunakan Astrea Legenda. Meski biaya restorasi dan sparepart lebih mahal, emang udah hobi motor sih ya, jadi bukan masalah," ujar dia.

Yamaha F1Z warna putih hasil restorasiIstimewa Yamaha F1Z warna putih hasil restorasi

Alasan lain mengapa masih banyak beberapa pecinta roda dua yang melakukan restorasi motor ialah investasi.

"Tapi ini bukan tujuan utamanya, kebanyakan sih nostalgia. Jika pemilik bisa menjaga kondisi motor dengan baik, tentu di kemudian hari harganya bisa naik sehingga menambah keuntungan," kata Nanang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X