Isi Nitrogen pada Ban Kendaraan Niaga Punya Efek Lebih Baik?

Kompas.com - 09/09/2020, 12:22 WIB
Salah satu outlet pengisian ban dengan nitrogen yang ada di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Tampak peralatan pengisian terdiri dari mesin generator dan tabung kompresor. Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu outlet pengisian ban dengan nitrogen yang ada di salah satu SPBU Pertamina di Jalan Margonda, Depok, Kamis (8/2/2018). Tampak peralatan pengisian terdiri dari mesin generator dan tabung kompresor.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kendaraan niaga tentunya sangat mementingkan biaya ketika sedang beroperasi. Salah satu komponen vital pada kendaraan niaga yaitu ban, pemakaiannya harus maksimal dan sebisa mungkin bisa menghemat pengeluaran.

Banyak yang mengatakan kalau mengisi ban dengan nitrogen memiliki banyak manfaat dibanding dengan udara biasa. Lalu apa saja manfaat yang didapat dari mengisi ban kendaraan niaga dengan nitrogen?

Independent Tire Analyst dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, mengisi ban dengan nitrogen kering murni memiliki berbagai manfaat.

Baca juga: Toyota New Yaris Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 260 Jutaan

Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Mesin generator untuk memproduksi nitrogen di salah satu outlet penjualan ban yang melayani pengisian ban dengan nitrogen di Depok, Kamis (8/2/2018).

“Mengisi ban dengan nitrogen jelas akan berdampak menghambat terjadinya proses pelapukan pada karet ban dan mencegah proses korosi pada pelek,” kata Bambang kepada Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Bambang juga mengatakan, pemakaian nitrogen ini bukan berarti ban terlepas dari proses pelapukan. Karena masih ada faktor lain seperti sinar ultraviolet dari matahari yang juga berperan terhadap terjadinya proses pelapukan ban.

“Kemudian nitrogen memiliki suhu yang lebih rendah, bobot molekul yang lebih ringan, padat dan besar daripada oksigen,” ucap Bambang.

Baca juga: Pilihan Skutik 250 cc Bekas Belum Banyak, Pasaran Xmax Rp 40 Jutaan

Partikel molekul yang lebih besar membuat nitrogen lebih sulit merembes melalui pori-pori karet dan pentil ban, sehingga membuat tekanan udara lebih stabil. Namun jika nitrogen ini dicampur dengan udara biasa, khasiatnya jadi hilang.

“Misalnya kendaraan harus menambah tekanan udara di tengah perjalanan yang tidak ada penjual nitrogen, tidak ada efek apa-apa, hanya saja khasiat nitrogen jadi hilang dan berubah seperti ketika memakai udara biasa,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X