Industri Komponen Otomotif Semakin Sulit Peroleh Kredit

Kompas.com - 09/09/2020, 08:22 WIB
Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun. TRIBUNNEWS / HERUDINPekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.

JAKARTA, KOMPAS.com – Dimulai kembali kegiatan produksi pada masa adaptasi kebiasaan baru, membuat sejumlah industri komponen otomotif mengharapkan adanya skema kredit baru.

Upaya ini diperlukan untuk memperbaiki arus kas perusahaan, agar bisa kembali bosa mengejar produksi para perusahaan pemasok komponen demi memenuhi permintaan pabrikan otomotif.

Seperti diketahui, bulan ini beberapa pabrikan otomotif mulai berproduksi dengan pola normal untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor.

Baca juga: Toyota New Yaris Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp 260 Jutaan

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Ketua Umum Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif ( PIKKO) Rosalina Faried mengatakan, bulan (September) ini diprediksi bakal terjadi peningkatan produksi kendaraan mencapai 38.000 unit dari Agustus, sebanyak 32.000 unit.

“Roda empat juga sudah mulai. Daihatsu bulan ini akan produksi 8.000 unit dari bulan lalu yang 4.000 unit,” ucap Rosalina, dalam konferensi virtual (8/9/2020).

“Sementara kami sudah 6 pekan menunggu KUR tidak ada progres, kredit investasi diblok. Jadi ini bagaimana solusi yang tepat,” katanya.

Baca juga: Catat 4 Gejala Kaki-kaki Mobil Sudah Minta Jajan

Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).Febri Ardani/KompasOtomotif Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).

Rosalina menambahkan, KUR senilai Rp 500 juta yang diberikan sebagai stimulus sebetulnya tidak cocok untuk industri komponen otomotif.

Menurutnya, pemerintah ataupun pihak terkait dapat memberikan kebijakan yang tepat, khususnya bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Sebab jika skema kredit yang menguntungkan tidak segera rilis, Rosalina khawatir pabrikan otomotif bakal banting setir memilih IKM komponen dari negara lain.

Apalagi IKM dari luar negeri sudah siap secara produk dan teknologi, serta sudah antre untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif dalam negeri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X