Kendaraan Pakai BBM Oktan Tinggi Bagus untuk Perawatan Mesin?

Kompas.com - 04/09/2020, 12:22 WIB
SPBU 31.164.01, salah satu SPBU Pertamina yang ada di Jalan Margonda, Depok. Kompas.com/Alsadad RudiSPBU 31.164.01, salah satu SPBU Pertamina yang ada di Jalan Margonda, Depok.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Memilih jenis bahan bakar untuk kendaraan sebaiknya sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan.

Setiap pabrikan biasanya sudah memberikan acuan dalam penggunaan bensin yang sesuai dengan rasio kompresi kendaraannya.

Hanya saja, tidak sedikit pemilik kendaraan yang lantas mengganti jenis bahan bakar dengan kualitas yang lebih bagus atau oktan yang lebih tinggi.

Banyak yang percaya bahwa dengan menggunakan bahan bakar dengan Research Octane Number ( RON) lebih tinggi akan menghasilkan pembakaran lebih sempurna.

Baca juga: Ini Biaya Resmi Penerbitan STNK Baru

Dengan begitu, maka potensi timbunan kerak di dalam ruang bakar semakin bisa diminimalisir. Tak hanya itu, alasan lainnya saat memilih menggunakan bensin dengan oktan tinggi adalah untuk meningkatkan performa dan menjaga komponen kendaraan.

Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAH Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).

Benarkah, menggunakan BBM dengan RON tinggi bagus untuk perawatan kendaraan? Ahli Konversi Energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung Tri Yuswidjadjanto Zaenuri mengatakan, menggunakan bensin beroktan tinggi pada mesin dengan kompresi rendah menyebabkan fuel dilution.

Fuel dilution merupakan bercampurnya oli dengan bahan bakar. Efeknya membuat oli menjadi encer dan terjadi perubahan warna serta aroma.

Sehingga, pelumas mesin tidak dapat melumasi setiap komponen di ruang mesin dengan sempurna.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

“Oli yang sudah encer sudah tidak mampu membentuk lapisan film, sehingga oli enggak mampu melindungi gesekan antar komponen di dalam mesin. Lama-kelamaan komponen yang tidak terlumasi dengan baik bisa rusak bahkan jebol,” ujar Tri kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi menjelaskan, penggunaan bensin sebaiknya sesuai dengan standar yang sudah direkomendasikan oleh pabrikan.

Kondisi kepala silinder rusakfsae.com Kondisi kepala silinder rusak

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X