Benarkah Mobil Keluaran Terbaru Tak Boleh Pakai BBM Oktan Rendah?

Kompas.com - 03/09/2020, 16:42 WIB
Seorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU  34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSeorang petugas sedang mengisi bahan bakar jenis Pertamax di SPBU 34-16102 di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (10/10/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan jenis bahan bakar minyak ( BBM) untuk kendaraan roda empat sering dianggap sepele pemilik mobil.

Tidak sedikit pemilik kendaraan sembarangan memilih jenis bensin untuk mobilnya yang terkadang tidak cocok untuk mesin.

Padahal, pemilihan jenis bahan bakar ini tidak sekadar memilih mana yang harganya murah saja, tetapi juga menyesuaikan dengan tingkat kompresi mobil.

Setiap pabrikan kendaraan roda empat biasanya sudah memberikan rekomendasi jenis bahan bakar minyak (BBM) yang cocok untuk setiap produknya.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

Berkembangnya teknologi di dunia otomotif turut mendorong adanya perubahan pada kompresi kendaraan yang dijual.

Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Sejumlah pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2017). PT Pertamina (Persero) langsung menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 5 Januari 2017. Revisi harga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi dengan angka kenaikan sebesar Rp 300.

Sudah bisa ditebak, kompresi mobil keluaran terbaru biasanya akan lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan lawas.

Lalu bolehkan kendaraan keluaran baru dengan kompresi tinggi menggunakan bensin dengan oktan rendah?

Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM), mengatakan, pemilihan jenis bahan bakar sebaiknya disesuaikan dengan standar mesin mobil itu.

Jika bensin yang digunakan tidak sesuai atau bahkan lebih rendah dari standar kebutuhan kompresi akan berdampak buruk pada mesin.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

“Iya bisa terjadi knocking ( ngelitik pada mesin), kemudian terjadi penumpukan kerak karbon dan alhasil emisi gas buangnya akan tidak sempurna,” kata Didi kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X