Perampasan Pengemudi Truk di Tol, Aptrindo Berharap Ada Pengawasan Lebih

Kompas.com - 03/09/2020, 14:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini tersebar video perampasan pengemudi truk yang berlokasi di Jalan Tol Wiyoto Wiyono KM 15/800 arah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (30/9/2020).

Kejadian ini memang kerap dialami pengemudi truk yang sedang berhenti di bahu jalan, apalagi waktunya dini hari, saat jalanan sepi. Nampaknya truk yang menepi sedang mengalami masalah pada kendaraannya.

Melihat pengemudi yang sendirian dan tidak waspada, kesempatan ini dimanfaatkan oleh komplotan perampas. Lalu apa yang bisa dilakukan agar bisa mengurangi adanya perampasan di jalan raya maupun tol?

Baca juga: Berkaca dari Terbakarnya Range Rover, Ini Pentingnya Bawa APAR

Pelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta PusatAkun instagram @jktinfo Pelaku perampasan HP kepada supir truk di tol Kemayoran, Jakarta Pusat

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bambang Widjanarko mengatakan, Aptrindo berharap kepada pihak pengelola jalan tol untuk memberikan perlindungan.

“Mungkin bisa diadakan patroli sehingga pengemudi truk bisa merasa aman saat di jalan. Apalagi pada saat-saat krusial seperti sekarang ini dengan banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan yang mengarah ke kriminal,” ucap Bambang kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Bambang mengatakan, titik-titik terjadinya perampasan sudah tidak bisa diperhitungkan lagi. Kalau sebelum pandemi Covid-19, kita bisa memetakan daerah rawan seperti di pelabuhan, pergudangan, dan tempat tanpa penerangan.

Baca juga: Kisaran Biaya Kepemilikan Mazda CX-30, Servis hingga Pajak Tahunan

“Tapi kalau hari ini, ditempat terang benderang pun orang berani melakukan kejahatan karena sudah benar-benar terpaksa,” kata Bambang.

Bambang juga memberikan beberapa tips untuk pengemudi truk agar tetap aman dari aksi perampasan di jalanan. Pertama, jangan berhenti di daerah yang sepi, gelap dan rawan, kemudian siapkan uang pecahan kecil.

“Sebisa mungkin usahakan truk berjalan secara beriringan (konvoi) dengan beberapa teman. Kemudian jangan berhenti ketika ada yang menyetop truk di tengah perjalanan,” kata dia.

“Sambil mencari pos polisi terdekat untuk meminta bantuan dan perlindungan, pengemudi bisa bunyikan klakson sekeras mungkin untuk menarik perhatian,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.