Bolehkah Kendaraan Ganti-ganti Jenis BBM?

Kompas.com - 03/09/2020, 16:22 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap kendaraan bermotor memiliki tingkat kompresi yang berbeda-beda.

Perbedaan inilah yang kemudian menjadi acuan untuk penggunaan jenis bahan bakar minyak ( BBM) yang sesuai untuk kendaraan tersebut.

Perhitungan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Semakin tinggi kompresi kendaraan, otomatis bahan bakar yang digunakan juga akan memiliki nilai oktan yang lebih tinggi pula, demikian sebaliknya.

Hanya saja, tidak sedikit pemilik kendaraan yang mengabaikan mengenai kompresi tersebut. Mereka lantas bereksperimen dengan memilih jenis bensin dengan oktan yang lebih tinggi.

Baca juga: Bisakah Membayar Pajak Kendaraan Sebelum Jatuh Tempo?

Banyak yang percaya bahwa dengan menggunakan jenis bahan bakar yang nilai oktannya lebih tinggi maka bisa membuat pembakaran di ruang mesin juga lebih sempurna.

Mobil sedang mengisi bensin subsidi.Tribunnews/ Nurudin Mobil sedang mengisi bensin subsidi.

Dengan alasan itulah, pemilik kendaraan sering berganti-ganti jenis bahan bakar yang digunakan. Lalu, bolehkah menggunakan bahan bakar yang berbeda-beda untuk kendaraan?

Menanggapi hal tersebut, Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, penggunaan bahan bakar kendaraan sebaiknya sesuai dengan kompresinya.

Setiap pabrikan biasanya juga sudah merekomendasikan jenis bahan bakar yang sesuai untuk setiap kendaraan yang diproduksinya.

Baca juga: Saat Bayar Pajak STNK Asli Hilang, Bisa Pakai Foto Copy?

Didi pun tidak menyarankan kendaraan sering berganti-ganti jenis bahan bakar karena hal itu bisa berdampak buruk pada mesin.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X