Tampang Menggoda Benelli Leoncino 250

Kompas.com - 03/09/2020, 14:21 WIB
Review Benelli Leoncino 250 Kompas.comReview Benelli Leoncino 250
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Benelli Leoncino 250 pertama kali meluncur di GIIAS 2019. Motor hasil tim desainer Italia ini hadir menyusul sang kakak Leoncino 500 yang meluncur lebih dulu.

Lahir dari trah yang sama, tampilan Leoncino 250 mirip seperti sang kakak. Hanya beda proporsi karena mesinnya memang hanya separuhnya. Desain keseluruhnya atraktif bergaya scrambler.

Di mulai dari depan, lampu utamanya menarik perhatian. Bentuknya tidak bulat persis seperti Leoncino 500 tapi lebih ke lonjong. Besarnya lampunya pas tidak kekecilan atau kebesaran di depan.

Baca juga: Benelli Leoncino 500 Scrambler Terinspirasi Simba Sang Singa

Benelli Leoncino 250Foto: Wawa Benelli Leoncino 250

Lampu utama tersebut sudah LED, di atasnya ada tambahan daytime running light (DRL) berbentuk seperti pelangi. Dari depan saat lampu menyala DRL ini membuat aksen yang menarik.

Ditarik ke belakang, bentuk tangkinya besar karena bisa menampung 12,5 liter bensin. Menariknya walau terlihat besar tapi di ujungnya sebetulnya menyempit. Sehingga saat naik di atas jok, tangki tidak terlihat besar.

Bentuk tangki besar ini kemudian berpadu manis ke bagian tengah yang dibuat seperti menyatu dan dibuat sedikit turun. Garis streamline tersebut kemudian diteruskan hingga ke bagian belakang.

Bagian buritannya juga menarik, pendek, khas scrambler atau neo scrambler/tracker. Bentuk belakang Leoncino 250 bahkan mengingatkan ''paruh bebek'' di motor adventure tapi letaknya di belakang.

Baca juga: Benelli Leoncino 250 Tracker Bertema Kiamat

Benelli Leoncino 250Foto: Bikewhale Benelli Leoncino 250

Bentuk bodi belakang itu dihiasi stop light sederhana berbentuk silinder. Di samping kiri-kanan ujung bodi tersemat lampu sein sama seperti sein depan yang sudah LED dengan tiga titik.

Karena bodi belakangnya pendek, Leoncino 250 kemudian memakai mud guard sebagai sepatbor belakang. Piranti anti ciprat ini juga jadi tempat duduk pelat nomor belakang.

Di lihat dari depan ke belakang, yaitu dari bentuk tangki besar, bagian tengah bodi hingga sampai ke belakang, bisa di bilang di sini letak keahlian para desainer Italia dengan menawarkan desain yang segar.

Desain Leoncino 250 sangat berbeda dari motor sekelas punya pabrikan Jepang. Bisa dibilang desainnya neo retro. Desainer juga berhasil membuat tampilan motor lebih besar padahal kubikasinya hanya 250cc.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X