Berikut Ini Sasis yang Cocok untuk Bodi Suites Class

Kompas.com - 26/08/2020, 18:21 WIB
Suites class mobilkomersial.comSuites class

JAKARTA, KOMPAS.com – Bus Suites Class buatan karoseri Laksana pertama kali diperkenalkan pada GIIAS 2019. Saat itu, perusahaan otobus (PO) Sinar Jaya menjadi yang pertama menggunakannya sebagai armada antar kota antar provinsi (AKAP).

Semenjak itu, berbagai PO bus AKAP dan Pariwisata juga ikut memesan bus Suites Class. Keunggulan dari bus Suites Class ini memiliki kursi yang bisa direbahkan atau sleeper seat sampai 150 derajat sehingga bisa berselonjor.

Kemudian memiliki jumlah kursi yang cukup sedikit, hanya 20 sampai 24, menyesuaikan dengan sasis yang digunakan. Kemudian setiap kursinya memiliki fasilitas yang mewah seperti Audio Video On Demand (AVOD), colokan USB dan lampu baca.

Baca juga: Ingat, Masa Berlaku SIM Kini Bukan Berdasarkan Tanggal Lahir Lagi

bus suites classKompas.com/Fathan Radityasani bus suites class

Export Manager karoseri Laksana, Werry Yulianto mengatakan, untuk membuat bodi bus suites class, tidak bisa menggunakan sembarang sasis.

“Gross Vehicle Weight (GVW) untuk bodi Suites Class yaitu 16 ton. Jadi untuk memakai sasis Hino RK8 masih belum bisa, karena GVW nya hanya 14,2 ton,” ucap Werry kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Werry mengatakan, sasis yang cocok untuk dipasang dengan bodi Suites Class ini yaitu Hino RN285, Mercedes Benz OH 1626, OH 1836 dan Scania K360iB. Sasis-sasis tersebut memiliki GVW 16 ton sampai 18 ton.

Baca juga: Royal Enfield Meteor 350 Akan Meluncur September 2020

Sasis tronton atau triple axle sebenarnya bisa juga dijadikan bodi Suites Class, namun sampai saat ini belum ada yang berminat. Padahal kemampuan membawa bebannya sangat besar, bisa sampai 24 ton.

“Belum ada yang pakai sasis tronton, karena cuma nambah sebaris saja, beda empat kabin. Kemudian selisih harga sasisnya sampai ratusan juta rupiah, jadi pakai yang dua as roda saja,” kata Werry.

Kemudian untuk dimensi bodinya sendiri, bus Suites Class tidak begitu tinggi, hanya 3,75 meter. Ada perhitungan center of gravity karena beban manusia di bagian atas, jadi roll factornya lebih besar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X