Waspada, Salah Pilih Kunci Pengaman Motor Bikin ABS Malfungsi

Kompas.com - 23/08/2020, 17:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitur Antilock Braking System (ABS) saat ini menjadi fitur tambahan pengamanan saat pengereman yang belakangan sedang naik daun. Beberapa produk roda dua di Indonesia sudah menyertakan fitur ini sebagai salah satu nilai tambah.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang bisa membuat merusak fungsi ABS. Seperti yang sering diketahui, tidak berfungsinya perangkat rem hadir dari masalah seperti kampas rem atau oli rem.

Technical Service Divison PT Astra Honda Motor (AHM), Endro Sutarno, menjelaskan, kampas tidak terlalu berpengaruh pada fungsi ABS. Kerusakan fisik yang membuatnya gagal berfungsi.

Baca juga: Banyak yang Masih Bingung, Ini Perbedaan Honda Brio Satya dan RS

“Di pelek motor ABS, ada speed sensor dan pulser ring (ring berongga untuk membaca kecepatan di pangkal roda). Itu kalau rusak yang biasanya mengganggu kerja ABS,” ucap Endro saat dihubungi Kompas.com, Minggu (23/8/2020).

BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.Febri Ardani/KompasOtomotif BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.

Endro mengungkapkan salah satu masalah yang dapat timbul dari kebiasaan penggunaan gembok untuk tambahan keamanan. Ada yang menaruh gembok di rongga pulser ring dan lupa mencopot saat hendak jalan sehingga menyebabkan perangkat tersebut penyok.

Baca juga: Manfaat Fitur Tire Pressure Monitoring System untuk Ban Mobil

Meski sedikit namun sinyal yang diterima speed sensor akan mengalami gangguan. Di sini biasanya indikator ABS pada cluster meter akan berkedip menandakan masalah.

“Kedua itu kalau masuk ke kubangan, dan speed sensor dan pulser ring tertutup lumpur. Kalau hujan tidak ada masalah. Jadi kebersihan bagian sensor ABS harap di jaga,” kata Endro.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.