Selain di Diler, Peminat Mobil Bekas di Balai Lelang Ikut Naik

Kompas.com - 15/08/2020, 11:02 WIB
Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018 BidwinSuasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Peminat mobil bekas di masa pandemi Covid-19 ini perlahan mengalami peningkatan, dibandingkan saat awal virus Corona masuk ke Indonesia pada beberapa bulan lalu.

Peningkatan ini tidak hanya terjadi di showroom mobil bekas saja, tetapi juga unit yang dijual di balai lelang.

Dengan adanya peningkatan minat pembeli ini, membuat harga mobil bekas yang dijual melalui lelang juga mengalami kenaikan dan hampir mencapai harga normal seperti pada Januari-Februari 2020.

Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur Ibid-Balai Lelang Serasi, mengatakan, peningkatan ini sudah terjadi sejak Juni-Juli 2020.

Baca juga: Sempat Anjlok di Awal Pandemi, Kini Harga Mobil Lelang Berangsur Naik

Daddy mengatakan, sejak lelang secara langsung atau tatap muka ditiadakan dan diganti secara online peminat justru mengalami peningkatan.

Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.Ari Purnomo Seorang pedagang memasang kertas berisi spesifikasi mobil yang akan dijual di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). Setiap Minggu ratusan mobil bekas dijajakan di Bursa Mobil Sriwedari.

Peminat tidak hanya didominasi oleh peserta yang berasal dari daerah diselenggarakannya lelang tetapi juga banyak dari luar wilayah.

“Sejak Juni-Juli harga juga sudah mulai naik, awal-awal pandemi dulu yakni harga terus menurun dan terparah terjadi pada Mei penurunan terjadi hingga Rp 20 juta. Tapi sekarang sudah beranjak naik lagi,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Daddy menambahkan, kenaikan ini salah satunya disebabkan karena banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum.

Baca juga: 10 Mobil Bekas Rp 25 Jutaan, Bisa Dapat BMW Lawas

Hal ini tidak lain adalah adanya kekhawatiran akan terpapar virus Corona. Sehingga, banyak yang kemudian memilih mobil bekas sebagai alternatif untuk menghindari transportasi umum.

Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018BidWin Suasana balai lelang mobil bekas Bidwin. Tercatat pertumbuhan penjualan mobil bekas melalui lelang selama 2018

“Menurut saya kalau disuruh pilih yang tetap pilih sehat dibandingkan berisiko, makanya cari yang murah-murah. Orang akan tetap memilih punya mobil pribadi untuk menjaga kesehatan, tidak ingin mengambil risiko,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih.

Baca juga: Mobil Bekas Harga Rp 60 Jutaan, Ini Pilihannya

Herjanto menambahkan, kenaikan mobil bekas juga dipengaruhi oleh penerapan kembali aturan pembatasan kendaraan yakni ganjil genap.

“Sejak adanya aturan ganjil genap lagi maka banyak yang kemudian memilih menggunakan kendaraan pribadi. Mereka khawatir tertular kalau naik transportasi umum, kan penyakit ini tidak terlihat,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X