Asal Tambah Oli pada Mobil Bisa Bikin Mesin Jebol, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 10/08/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelumas atau oli merupakan komponen penting bagi kendaraan, untuk menjaga kondisi mobil atau sepeda motor tetap prima.

Di samping itu, fungsi oli juga mampu melakukan pendinginan dalam mesin supaya tidak terjadi overheat. Namun dalam penggunaannya, oli mesin bisa saja berkurang.

Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti adanya kebocoran hingga penguapan karena panas.

Baca juga: Mobil Bekas yang Dimodifikasi Sulit Dijual, Mitos atau Fakta?

Periksa kondisi oli mesin dan air radiatorGhulam Muhammad Nayazri/Otomania Periksa kondisi oli mesin dan air radiator

Pada kondisi inilah kadang pemilik kendaraan tidak langsung melakukan pengecekkan dan mengganti oli, melainkan lebih memilih untuk menambahkan oli supaya volumenya kembali penuh.

Namun di lain sisi, ada anggapan bahwa melakukan penambahan oli sendiri bisa berdampak panjang seperti mesin jebol. Benarkah demikian?

Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, sebenarnya untuk melakukan penambahan oli tidak masalah dilakukan tapi dengan beberapa catatan.

"Satu diantaranya, jangan kebanyakan. Harus di tap sesuai maksimum yang tertera di dipstick olinya, kalau kelebihan bisa menyebabkan oli berlebih," ujar dia kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Harus Buka Kaca Jendela Mobil Saat Pertama Nyalakan AC?

Ilustrasi mobil mogokSHUTTERSTOCK Ilustrasi mobil mogok

Kalau oli pada kendaraan berlebih, akan menyebabkan kinerja mesin menjadi lebih berat. Kondisi ini turut berdampak pada konsumsi bahan bakar mobil dan tentunya akan menjadi lebih boros dari sebelumnya.

“Efeknya bisa bisa overrunning adalah mesin menahan putaran roda yang berlebih sehingga mesin tertahan dan bahayanya mesin bisa jebol,” ucapnya.

Kalau sudah terjadi seperti itu, lanjut Didi, mau tidak mau harus dilakukan perbaikan total, yakni turun mesin.

Hal serupa dinyatakan Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Suparman. Menurut dia, ketika oli mesin terlalu penuh tarikan pada putaran atas akan berat dan pedal gas susah di kick down.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Naik Motor Tanpa Jaket Berisiko Kena Paru-paru Basah?

Dipstick Oli Mesin mobilistimewa Dipstick Oli Mesin mobil

Itu dikarenakan pelumas yang terlalu banyak membuat gelembung udara. Dampaknya pada kemampuan dalam melumasi juga mengurangi kerja pompa oli dalam mendistribusikan pelumas. Ujung-ujungnya adalah kendaraan akan boros bahan bakar.

“Sementara kalau kekurangan oli, maka mesin akan lebih panas karena salah satu manfaat oli adalah sebagai distribusi panas pada mesin yang kemudian dapat diserap cairan pendingin radiator,” katanya.

Maka dari itu, sebelum melakukan penambahan pada oli mesin sebaiknya diperhatikan dulu volumenya. Jadi, pemilik kendaraan bisa diperkirakan batas maksimal oli yang ada di ruang mesin di samping spesifikasi olinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X