Pengguna Mobil Matik Pemula, Perhatikan Dua Hal Penting Ini!

Kompas.com - 05/08/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi berkendara mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkat perkembangan teknologi, mobil dengan transmisi otomatis alias matik kerap menjadi pilihan. Populasi mobil matik semakin besar lantaran kemudahan  berkendara khususnya di daerah perkotaan yang padat.

Ada beberapa hal yang patut diperhatikan bagi pengguna mobil matik pemula. Baik mereka yang baru beralih dari mobil manual atau sama sekali baru selesai belajar mengemudi.

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi mengatakan, konsumen pemula wajib memperhatikan perawatan dan cara kerja yang berbeda dari transmisi manual.

“Berbeda dengan transmisi manual, transmisi matik itu bergantung pada oli untuk bekerja,” ujar Bambang saat dihubungi Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Menegur Pengendara yang Merokok atau Main HP, Malah Bikin Ribut

Proses kerja transmisi otomatis dimulai dari torque conventer yang berfungsi sebagai kopling mekanikal. Bagian ini bekerja dengan mekanisme pompa dan turbin di mana tekanan oli yang dihasilkan dari pompa dipakai untuk meningkatkan torsi saat putaran mesin meningkat.

“Oli ini penting. Pemilik tidak boleh melewatkan waktu pergantian oli. Jika terjadi kebocoran, segera bawa ke bengkel,” kata Bambang.

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

Selain itu, Bambang melanjutkan, pemilik pemula kendaraan mobil bertransmisi matik harus memahami fungsi masing-masing simbol pada tuas transmisi. Simbol P,R,N,D dan L memiliki perbedaan dan dapat dimanfaatkan untuk memudahkan berkendara di berbagai jenis jalan.

“Pemilik mobil memahami dan tahu apa fungsi tranmsisi tersebut. Misal kalau jalan, kapan harus pakai D, kapan gigi rendah (L/2). Ini agar umur transmisi lebih panjang,” tuturnya.

Baca juga: Arti Marka Jalan Garis Tidak Putus, Jangan Dilanggar

Setelah itu dilanjutkan untuk mengenal fungsi tuas pedalnya. Berbeda dengan mobil transmisi manual, pedal pada mobil matik hanya ada dua, yakni gas dan rem tanpa ada pedal kopling.

Dengan begitu, pengemudi harus membiasakan diri mengoprasikan kedua pedal tersebut hanya dengan satu kaki, yakni kanan. Sementara kaki kiri bebas tugas dan dilarang menginjak rem.

“Langkah-langkah tadi memang terlihat sederhana, namun penting dilakukan. Untuk menguasainya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena kita tahu semakin ke sini teknologi transmisi otomatis juga berkembang, ada yang konvensional ada yang CVT dan lain sebagainya yang memiliki proses kerja berbeda-beda,” ucap Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X