Hari Pertama Ganjil Genap, 1.195 Kendaraan Melanggar

Kompas.com - 05/08/2020, 08:42 WIB
Warga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANWarga membantu mengatur lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.195 kendaraan dinyatakan melanggar kebijakan pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan sistem ganjil genap di wilayah DKI Jakarta pada hari pertama pelaksanaan, Senin (3/8/2020).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, menjelaskan, jumlah tersebut merupakan hasil kumulasi dari pihaknya dan Polda Metro Jaya.

"Total 1.195 kendaraan yang melanggar ganjil genap pada hari pertama," katanya di keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Dilema Ganjil Genap, Mobil Bekas Tahun Tua Bisa Tambah Polusi Udara

Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Ilustrasi tilang pada pelanggar lalu lintas pengguna mobil di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara yang, Selasa (10/9/2019)

Dari jumlah yang ditindak pihak Dishub, lanjut Syafrin lagi, ada 826 kendaraan. Rinciannya, 121 kendaraan diputar balik dan 705 lainnya hanya diberikan teguran.

Para pelanggar tersebut belum diberikan tindakan hukum, sebab kebijakan ini masih dalam masa sosialisasi sampai 5 Agustus 2020.

Adapun jumlah angkutan umum pada periode yang sama, Syafrin menyebut belum ada kenaikan signifikan. Berdasarkan catatannya, jumlah penumpang TransJakarta hanya naik 2,62 persen dari pekan lalu.

Sebuah mobil pribadi berplat nomor genap melintas di jalan Jenderal Sudirman, Selasa (7/7/2020). Sesuai aturan ganjil genap yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon, mobil pribadi dengan plat nomor genap seharusnya dilarang beroperasi di tanggal yang ganjilKOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Sebuah mobil pribadi berplat nomor genap melintas di jalan Jenderal Sudirman, Selasa (7/7/2020). Sesuai aturan ganjil genap yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon, mobil pribadi dengan plat nomor genap seharusnya dilarang beroperasi di tanggal yang ganjil

Sementara itu, jumlah penumpang MRT di hari pertama penerapan ganjil genap kemarin justru menurun, hanya 8.653 penumpang dari 9.405 penumpang di Senin (27/7/2020).

Sebagaimana diektahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan ganjil genap setelah sebelumnya aturan tersebut ditiadakan sejak 16 Maret 2020 dalam upaya mengurangi potensi penyebaran virus corona alias Covid-19.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X