Dilema Ganjil Genap, Mobil Bekas Tahun Tua Bisa Tambah Polusi Udara

Kompas.com - 04/08/2020, 13:40 WIB
Banyak program promosi selama masa pembukaan showroom baru Mobil88 Bekasi. Mobil88Banyak program promosi selama masa pembukaan showroom baru Mobil88 Bekasi.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski diklaim cukup menguntungkan dari segi binis, namun dengan penjualan mobil lawas yang meningkat di tengah pemberlakukan ganjil genap juga memberikan dampak negatif.

Herjanto Kosasih, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengatakan ganjil genap sedikit kurang pas untuk diberlakukan saat ini, apalagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini masih sangat tinggi penyebarannya.

"Kalau mau dilihat dari segi bisnis, tentu ini celah buat kami karena menguntungkan dengan banyak orang yang mulai belanja lagi mobil bekas. Prediksinya tentu mobil lawas atau dengan harga yang di bawah Rp 100 juta," ucap Herjanto kepada Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Ganjil Genap Berlaku Lagi, Penjualan Mobil Bekas Tahun Tua Diprediksi Meningkat

Deretan mobil bekas yang dijual di diler Auto Ritz, Jalan Tole Iskandar, Depok, Selasa (13/2/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil bekas yang dijual di diler Auto Ritz, Jalan Tole Iskandar, Depok, Selasa (13/2/2018).

"Tapi dari segi kaca mata keseluruhan, pemberlakuan ganjil genap ini sebenarnya sangat berisiko, pemerintah seakan memaksakan. Karena keterbatasan, orang beli mobil dengan harga murah tahun tua, tanpa peduli lagi soal teknologi, efeknya kita tahu polusi untuk mobil lawas kan diklaim tidak bagus juga," kata dia.

Menurut Herjanto, kondisi pandemi dan pemberlakuakn ganjil genap layaknya dua sisi uang koin. Pada satu sisi menguntungkan bagi bisnis, namun di lain sisi punya resiko dan efek yang kurang baik.

Dari kategori mobil lawas di bawah Rp 100 jutaan, menurut Herjanto pilihannya cukup beragam. Mulai dari Avanza dan Xenia keluaran 2005 yang banderolnya hanya sekitar Rp 60 - Rp 70 juta, belum lagi ditambah denga sedan-sedan lawas, Vios atau Honda City yang memang harganya sudah turun drastis.

Pasar mobil bekasStanly/Otomania Pasar mobil bekas

"Bisa dilihat sendiri kalau nanti banyak mobil lawas pasti dampaknya juga tidak baik bagi polusi. Biasanya mobil yang usia pakai 10 tahun dari Jakarta itu lebih banyak diserap konsumen daerah, tapi sebenatar lagi pasti putarannya banyak di kota," kata Herjanto.

Baca juga: Simak Pilihan 10 Mobil Bekas Harga Rp 100 Jutaan

Irwan, pemilik showroom mobil bekas di kawasan Jakarta Timur juga mengungkapkan hal senada. Menurut dia, ganjil genap menjadi celah untuk membangkitkan lagi bisnis mobil bekas, namun memang bila melihat dari segi daya beli masyarakat saat ini, kecenderungannya orang akan cari mobil yang murah.

Stok city car bekas di Mobil88 Bekasi.Mobil88 Stok city car bekas di Mobil88 Bekasi.

"Tujuannya pasti untuk menghindari naik angkutan umum, jadi mau beli mobil mungkin tak lagi lihat kebutuhan, tapi lebih dari dananya. Saran saya, dibandingkan beli mobil yang yang usianya sudah 10 tahun lebih, lebih baik cari segmen LCGC," ujar Irwan.

"Mobil LCGC tahun 2016-2017 juga sudah murah, kalau punya dana Rp 100 juga bisa dapat Agya-Ayla harga Rp 65 jutaan. Karimun Wagon R juga murah, sekitar Rp 55 sampai Rp 65 jutaan yang tahun 2018," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X