Sistem Autopilot Hanya Bantuan buat Sopir

Kompas.com - 27/07/2020, 18:01 WIB
Uji autopilot Tesla di Jakarta facebook.com/MonzaAutosport/Uji autopilot Tesla di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini berbagai pabrikan otomotif di Indonesia terus berinovasi mengembangkan teknologi untuk para konsumer setianya.

Salah satunya adalah kemudi otomatis atau autopilot, di mana pengemudi tidak perlu capek-capek menyetir, mobil sudah bisa jalan sendiri ke lokasi yang kita tuju.

Sudah ada pabrikan otomotif yang menyematkan fitur tersebut pada kendaraan roda empatnya. Seperti autopilot milik Tesla atau ProPilot Assist milik Nissan.

Meski demikian, fitur kemudi otomatis ini masih kontroversial. Sekalipun sudah dirilis untuk publik, fitur tersebut hingga kini kerap membuat mobil terlibat insiden kecelakaan lalu lintas.

Melihat kondisi tersebut, beberapa negara seperti China bahkan melarang penggunaan fitur tersebut sampai tidak ada kendala apapun.

Baca juga: Beda Pengujian Maung Versi Militer dan Sipil

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant, Sony Susmana, mengatakan fitur autopilot sebenarnya diciptakan hanya sebagai pelengkap untuk membantu tugas pengemudi lebih mudah.

“Tetapi perlu dipahamai, mudah di sini artinya bukan berarti aman. Karena belum semua kendaraan menyematkan fitur tersebut,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/7/2020).

Ilustrasi berkendara sambil mengoperasikan ponsel.Caradvice.com.au. Ilustrasi berkendara sambil mengoperasikan ponsel.

Menurut Sony, jalan raya merupakan sumber kecelakaan yang bisa datang kapan saja dan menimpa siapa saja.

“Oleh sebab itu, menciptakan kondisi aman bukanhal yg mudah. Fitur autopilot sekalipun tidak dapat membalikkan kondisi menjadi aman. Sebab yang dapat membuat kondisi aman adalah pengemudi menerapkan aturan dalam berlalu lintas,” katanya.

Baca juga: Podium di GP Andalusia, Rossi Belum Habis

Sony melanjutkan, penggunaan autopilot sebaiknya pada jalan tol yang lurus, bebas hambatan, relatif sepi dan dengan kecepatan kendaraan yang konstan.

Autopilot hanyalah sebuah komponen elektronik atau mesin, yang artinya pengemudi tidak dapat menyerahkan 100 persen pada autopilot saat berkendara. Bukan tidak mungkin, nantinya fitur tersebut bisa aman dan dan dapat diandalkan, tetapi harus dengan fasilitas pendukung yang komplet,” ucapnya.

Terakhir ia berpesan, pengemudi yang menggunakan fitur autopilot, sebaiknya jangan lemah dan tetap waspada. Jangan melepas tangan dari setir, menggunakan ponsel, menonton video atau bahkan sampai tertidur.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X