PSBB Transisi Jakarta Diperpanjang Lagi, Ganjil Genap Belum Berlaku

Kompas.com - 17/07/2020, 08:12 WIB
Pengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPengemudi Honda Jazz bernama Wanda ditilang polisi karena kedapatan memiliki pelat ganda untuk menghindari aturan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil dan genap di Jalan Gatot Subroto, simpang Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan PSBB transisi diperpanjang sampai 30 Juli 2020. Sebelumnya PSBB transisi diketahui berlaku sejak 5 Juni 2020.

PSBB transisi awalnya dilaksanakan sampai 2 Juli 2020. Namun Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjangnya hingga 16 Juli 2020.

Dengan kembali diperpanjangnya PSBB transisi, hal ini berimbas pada aturan ganjil genap di Jakarta, yang sudah absen sejak April 2020.

Baca juga: Ford Bekas Tahun Muda Cuma Rp 100 Jutaan

Sejumlah petugas kepolisian memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan.MAULANA MAHARDHIKA Sejumlah petugas kepolisian memberi arahan kepada pengendara mobil pada uji coba ganjil genap di ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Senin (16/4/2018). Uji coba yang dilakukan setiap hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional tersebut dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB diharapkan dapat mengurai kemacetan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sampai saat ini belum memutuskan kapan pembatasan kendaraan melalui aturan ganjil genap pelat nomor kendaraan di sejumlah ruas jalan.

“Jadi sampai saat ini belum ada keputusan kapan ganjil genap akan kita laksanakan kembali,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombel Pol Sambodo Purnomo Yogo, saat dihubungi Kompas.com (16/7/2020).

Menurut Sambodo, tujuan utama dari aturan ganjil genap adalah mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, ketimbang kendaraan pribadi.

Baca juga: Keluar Masuk DKI Jakarta Harus Sertakan CLM, Begini Caranya

Uji Coba Perluasan Ganjil GenapKOMPAS.com/Gilang Uji Coba Perluasan Ganjil Genap

Dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi massal, diharapkan volume kendaraan di jalan menurun, sehingga bisa mengurangi kemacetan.

Tapi, dengan aktifnya ganjil genap dikhawatirkan dapat menimbulkan penumpukan penumpang yang menggunakan kendaraan umum.

Kondisi ini dikhawatirkan malah menyulitkan aturan jaga jarak dan akan menambah penyebaran Covid-19.

“Misalnya hari ini tanggal ganjil, bagi yang genap pasti dia akan beralih menggunakan kendaraan umum. Jadi dalam rangka menjaga physical distancing di kendaraan umum, sampai saat ini masih kita bahas,” kata Sambodo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X