Bisa Perbaiki Flat Spot pada Ban Mobil, tapi Ada Syaratnya

Kompas.com - 14/07/2020, 11:22 WIB
Ilustrasi ban flat spot cowest.netIlustrasi ban flat spot

JAKARTA, KOMPAS.comFlat spot merupakan kerusakan pada ban mobil jika terlalu lama diam. Permukaan ban yang lama menempel dengan lantai bisa menjadi rata atau pipih karena udara dingin dari ubin.

Efek dari ban flat spot yaitu berkurangnya kualitas berkendara. Ban sebagai roda menjadi bergetar karena adanya bagian yang jadi pipih. Lalu apakah flat spot pada ban bisa diperbaiki?

Independent Tire Analyst Bambang Widjanarko mengatakan, memperbaiki flat spot pada ban bisa dilakukan namun dengan syarat.

Baca juga: Sah! Pol Espargaro Gantikan Marquez di Repsol Honda

Pentingnya mengecek tekanan udara ban mobil Pentingnya mengecek tekanan udara ban mobil

“Antar lapisan (ply) belum terlepas rekatannya. Lapisan di sini berarti antara casing (rangka baja) dengan karet ban. Kalau sudah terlepas, enggak bisa diperbaiki,” kata Bambang yang juga punya status Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020).

Bambang menganalogikan karet dan casing ban itu seperti otot dan tulang. Bisa memar, ototnya sobek, bis terkelupas dari tulang. Kalau memar saja kan bisa pulih sendiri, tanpa diobati, hanya butuh peregangan atau strestching saja.

“Ban juga demikian, butuh training atau pelemasan karet. Jangan sampai mati atau kaku,” ucap Bambang.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta buat yang Punya Garasi Mungil

Cara untuk memperbaiki flat spot yang masih ringan yaitu dengan dipompa bannya dengan tekanan udara yang sesuai muatan. Kemudian mobil dijalankan perlahan-lahan. Jangan bebani mobil dengan beban berlebih atau overload.

On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal mengatakan, ban yang memiliki flat spot pada permukaannya tetap bisa digunakan namun ada getaran, namun tidak akan sampai meledak.

“Hanya karena getaran tadi, tidak mungkin membuat ban meledak, kecuali ketika berjalan menumbuk benda keras atau tajam dan tekanan udaranya kurang,” ucap Zulpata kepada Kompas.com.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X