Lagi Isi BBM Dilarang Main Ponsel, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 14/07/2020, 09:12 WIB
Ilustrasi orang menyetir sambil main handphone freepik.comIlustrasi orang menyetir sambil main handphone
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) merupakan tempat rawan terjadi kebakaran. Semua orang yang berada di area tersebut, harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan.

Meski sejumlah aturan sudah terpampang jelas, masih banyak orang yang abai dengan larangan tersebut.

Salah satu hal yang kerap disepelekan adalah menggunakan ponsel di area SPBU. Padahal, benda elektronik ini kabarnya dapat memicu terjadinya kebakaran.

Baca juga: Komentar Asosiasi Parkir Soal ZX-25R Tidak Bisa Masuk Parkiran Moge

Ilustrasi SPBU Pertamina. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi SPBU Pertamina.

Paimin, Kepala SPBU Pertamina MT Haryono di Jakarta Timur, mengatakan, pihaknya telah mengimbau melalui bagi siapa saja yang berada di area SPBU untuk tidak bermain ponsel.

“Sesuai dengan standar keselamatan kerja memang tidak boleh memainkan ponsel di SPBU karena bisa membahayakan konsumen dan pengendara lainnya,” ujar Paimin, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Paimin menjelaskan, potensi kebakaran yang dimaksud berasal dari energi listrik statis yang timbul dari ponsel, yang bertemu dengan uap bensin dari nozzle ataupun tangki bahan bakar.

Baca juga: 5 Cara Mengetahui Berapa Bayar Pajak Kendaraan Tanpa Keluar Rumah

Petugas menunjukkan nozzle dispenser yang telah dilengkapi Radio Frequency Identification Device (RFID) Reader pada acara simulasi ujicoba RFID di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.10202 di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Ujicoba tersebut tersebut sebagai implementasi dari program sistem monitoring dan pengendalian BBM berbasis teknologi informasi.
KOMPAS/PRIYOMBODO Petugas menunjukkan nozzle dispenser yang telah dilengkapi Radio Frequency Identification Device (RFID) Reader pada acara simulasi ujicoba RFID di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 31.10202 di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Ujicoba tersebut tersebut sebagai implementasi dari program sistem monitoring dan pengendalian BBM berbasis teknologi informasi.

“Kalau investigasi mengenai bermain smartphone bisa menyebabkan kebakaran di SPBU memang belum ada, namun sempat beberapa kali terjadi kasus kebakaran di SPBU yang disebabkan oleh listrik statis saat melakukan pengisian,” katanya.

Sementara itu, Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, kejadian kebakaran di SPBU yang langsung diakibatkan karena ponsel memang sangat jarang terjadi.

Jusri mengatakan, umumnya kebakaran di SPBU terjadi karena ada percikan api, listrik statis, ataupun kerusakan komponen di mobil.

Baca juga: Sah! Pol Espargaro Gantikan Marquez di Repsol Honda

Ilustrasi SPBU Pertamina. (Dok. Pertamina) Ilustrasi SPBU Pertamina.

“Bermain ponsel dilarang bukan hanya karena bisa berpotensi menyebabkan kebakaran, tapi barang elektronik apapun dapat mengalihkan perhatian pengendara,” ucap Jusri.

“Ini yang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kebakaran, bahkan tindak kriminalitas selama proses pengisian BBM. Makanya sebisa mungkin alat komunikasi kita taruh dulu saat isi BBM,” tuturnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X