Penyebaran Corona Lewat Udara, Begini Cara Aman Naik Motor

Kompas.com - 13/07/2020, 09:12 WIB
Puluhan pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPuluhan pengendara sepeda motor melintas di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/5/2020). Meski penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Depok masih diperpanjang hingga 26 Mei 2020, namun sejumlah ruas jalan mulai ramai dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Berkendara menggunakan sepeda motor jadi salah satu sarana yang dipilih sejumlah warga untuk beraktivitas setiap hari. Di tengah pandemi corona, pengendara wajib memperhatikan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran Covid-19.

Apalagi virus corona belakangan diketahui bisa menyebar lewat udara. Maka selama masa new normal ini, pemilik motor wajib melakukan persiapan sebelum berkendara.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, mengatakan, berkendara selama pandemi wajib menggunakan perlengkapan yang memadai.

Baca juga: Pakai Mobil Toyota Tanpa Harus Beli, Bisa?

“Saat berkendara paling utama pakai helm dulu. Jangan sampai kita pakai masker tapi tidak pakai helm,” ucap Agus, kepada Kompas.com belum lama ini.

Untuk helm, pastikan menggunakan helm yang dilengkapi visor atau kaca helm. Fitur ini dapat melindungi mata dari debu atau kotoran, sekaligus dari cuaca hujan ataupun terik matahari.

“Bisa pakai helm full face atau half face. Jangan lupa visor ditutup selama berkendara, untuk melindungi wajah dari terpaan kotoran sekaligus droplet,” ujar Agus.

Baca juga: Motor Bebek 2 Tak Bekas yang Harganya Semakin Mahal

 

Petugas gabungan menghentikan warga tak memakai masker yang hendak masuk ke Pasar Sumurpanggang, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020)KOMPAS.com/Tresno Setiadi Petugas gabungan menghentikan warga tak memakai masker yang hendak masuk ke Pasar Sumurpanggang, Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020)

Tak ketinggalan, pengendara juga harus menggunakan sarung tangan serta jaket yang nyaman, agar terhindar dari bakteri atau virus yang bisa menempel di anggota badan.

Masker yang Layak

Sementara itu Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, pengendara motor harus menggunakan masker yang layak agar dapat berfungsi baik dalam menghalau virus.

Cara sederhana mengetes sebuah masker yang layak pakai, adalah dengan meniup lilin yang dinyalakan sambil memakai masker tersebut.

Baca juga: Daftar Mobil Lawas yang Bisa Dijadikan Investasi

 

Ilustrasi masker kainBill Roque Ilustrasi masker kain

“Kalau kita pakai dan kita tiup, lilin tetap mati. Artinya masker itu jelek, dan yang beredar di pinggir jalan begitu semua,” kata Sony, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Sony menambahkan, jika pengendara terpaksa menggunakan masker yang kurang layak seperti yang ia contohkan. Pastikan tambah lapisan masker, bisa dengan kain atau tissue di balik masker tersebut.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X