Kemenperin Dorong Manufaktur Sepeda Listrik di Indonesia

Kompas.com - 13/07/2020, 07:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (30/12/2019). Dok HUMAS KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (30/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) tengah memperdalam struktur manufaktur industri sepeda di dalam negeri guna mendorong optimalisasi penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksinya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai, potensi pasar domestik untuk industri sepeda sangat besar sehingga peluang bisnisnya juga masih terbuka lebar.

Apalagi, di tengah kondisi pandemi virus corona alias Covid-19 saat ini masyarakat banyak yang memilih olahraga dengan bersepeda untuk bisa menjaga kesehatannya.

Baca juga: Kemenperin Sosialisasikan Pakai Kendaraan Listrik di Tengah Pandemi

 

Pekerja memasang label di kerangka sepeda merek SCOTT di pabrik sepeda PT Insera Sena di Desa Wadungasih, Bunduran, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.  Sebanyak 65 persen total produksi tersebut adalah sepeda merek SCOTT dan sejumlah merek lainnya yang diekspor untuk memenuhi pasar Eropa. Sedangkan untuk pasar lokal, pabrik ini membuat sepeda dengan merek di antaranya Polygon dan MUSTANG.KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT Pekerja memasang label di kerangka sepeda merek SCOTT di pabrik sepeda PT Insera Sena di Desa Wadungasih, Bunduran, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Sebanyak 65 persen total produksi tersebut adalah sepeda merek SCOTT dan sejumlah merek lainnya yang diekspor untuk memenuhi pasar Eropa. Sedangkan untuk pasar lokal, pabrik ini membuat sepeda dengan merek di antaranya Polygon dan MUSTANG.

“Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,” kata Agus dalam keterangan resmi, Minggu (12/7/2020).

Tidak sampai disana, pihak Kemenperin disebut bakal mengkaji penerapan Standar Nasional Indonesia (SN) bagi berbagai komponen di sepeda.

"Kami ingin nantinya sepeda yang dipakai masyarakat Indonesia adalah 100 persen produksi industri di Indonesia,” ucap Agus.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sedang melakukan aktivitas bersepeda tiap akhir pekan, Jakarta, Minggu (12/7/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sedang melakukan aktivitas bersepeda tiap akhir pekan, Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyampaikan, pihaknya tengah memacu penguatan rantai suplai bagi industri sepeda di dalam negeri.

“Kami akan berupaya tingkatkan TKDN-nya, selama ini rata-rata telah mencapai 40 persen,” ujarnya.

Taufiek menjelaskan, industri sepeda di dalam negeri juga perlu memanfaatkan teknologi terkini sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan lebih efisien.

Adapun bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari karbon karena secara material lebih ringan.

Baca juga: Komparasi Mesin Ninja 250 4 Silinder dengan Ninja 2 Silinder

 

Pengunjung bermain sepeda listrik yang disediakan oleh pengelola di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2019). Jelang penghujung 2019, tempat wisata Monumen Nasional (Monas) ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO Pengunjung bermain sepeda listrik yang disediakan oleh pengelola di kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2019). Jelang penghujung 2019, tempat wisata Monumen Nasional (Monas) ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Kami juga akan optimalkan pabrik-pabrik baterai di dalam negeri untuk mengembangkan sepeda listrik. Inovasi menjadi sangat penting, termasuk desain sepeda yang sesuai dengan tipe atau kebutuhan konsumen Indonesia, karena untuk kenyamanan bersepeda itu sendiri,” kata dia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo mengungkapkan optimis industri sepeda nasional bisa bangkit dengan dukungan pemerintah terutama dalam upaya membenahi infrastruktur penunjangnya.

Apalagi, kehadiran sepeda bukan lagi sekadar alat rekreasi, tetapi saat ini untuk kebutuhan dalam menjaga kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X