Strategi Pedagang Mobil Bekas Biar Tetap Laku di Tengah Pandemi

Kompas.com - 08/07/2020, 15:14 WIB
Toyota Camry Hybrid di pasar mobil bekas OLXToyota Camry Hybrid di pasar mobil bekas
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung dari April hingga pertengahan Juni 2020, penjualan mobil bekas anjlok. Sejumlah pedagang harus mencari strategi jitu agar stok mobil di showroom bisa laku.

Namun berbeda dengan showroom mobil baru yang kerap memberikan diskon atau tawaran menarik lainnya. Showroom mobil bekas justru punya strategi internal agar konsumen tertarik dengan model-model yang dipasarkan.

Herjanto Kosasih, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengatakan, pihaknya mulai menjalin komunikasi dengan pihak leasing. Sebab konsumen mobil bekas rata-rata masih lebih banyak yang beli secara kredit.

Baca juga: Akal-akalan Pedagang Motor Bekas Bikin Halus Suara Mesin

Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransiGridOto.com Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransi

“Jadi memang kebanyakan lebih senang kredit, cuma kemaren kan DP harus besar. Itu yang kami akali agar DP bisa di bawah 40 persen,” ucap Herjanto, kepada Kompas.com (7/7/2020).

Herjanto mengatakan, pedagang mobil bekas kebanyakan dapat melakukan improvisasi dari sisi pembiayaan, ketimbang harus memberikan diskon buat konsumen.

“Improvisasi kami bukan berupa diskon. Tapi lebih main untuk beli bahan mobil harus murah, tapi kualitas mobil harus lebih baik. Walaupun agak mahal tapi sebanding dengan kualitasnya,” ujar Herjanto.

Baca juga: Punya Duit Rp 30 Juta, Pilih Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

“Kemudian kami juga kerja sama dengan support dari leasing. Itu lumayan, nanti bisa mengurangi DP,” katanya.

Sementara itu Gilang Budiman, pemilik showroom Karunia Panca Selaras di Blok M Mall, Jakarta Selatan, mengatakan, pihaknya juga memberikan penawaran-penawaran menarik buat konsumen mobil bekas.

Salah satunya lewat layanan servis yang menyeluruh, seperti halnya mobil keluaran baru. Menurutnya, konsumen mobil bekas cukup antusias dengan pelayanan yang memberikan garansi mesin dan perawatan berkala.

Baca juga: Daftar Harga Sedan Bekas di Juli 2020, Rp 60 Juta Bisa Dapat Altis

Ilustrasi servis mobilDOK. PEXELS Ilustrasi servis mobil

“Improvisasi kami salah satunya dengan mengambil bahan mobil yang lebih murah, sehingga harga jual juga bisa bersaing. Selain itu kami juga kasih gratis biaya perbaikan, gratis servis, sampai gratis ganti oli selama setahun,” ucapnya.

“Mobil yang kami jual juga sudah kami scan, kami perbaiki yang rusak, dan kami coba. Karena untuk mobil Eropa seperti BMW, masalah biasanya akan muncul saat dipakai satu dua hari. Jadi kami pastikan mobil sudah aman,” kata Gilang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X