Catatan Konsumsi BBM Toyota C-HR Hybrid, Setara Mobil Murah

Kompas.com - 08/07/2020, 08:22 WIB
Test Drive Toyota C-HR Hybrid Kompas.com/Setyo AdiTest Drive Toyota C-HR Hybrid

JAKARTA, KOMPAS.com – Antara Toyota C-HR Hybrid dengan model yang bermesin konvensional mengusung mesin dengan kapasitas sama. Namun dari segi performa, menawarkan tenaga hingga impresi yang berbeda saat dikendarai.

Di atas kertas, C-HR Hybrid mengusung mesin 2ZR-FXE 1.800 cc bertenaga 100 ps dan torsi 142 Nm, serta motor listrik 36 ps.

Sementara C-HR model biasa menggunakan unit 2ZR-FE 1.800 cc yang menghasilkan 141 ps dan torsi 170 Nm.

Baca juga: Cegah Tikus Bolak-balik Masuk Ruang Mesin Mobil

Test drive Toyota C-HR HybridKompas.com/Dio Test drive Toyota C-HR Hybrid

Hal berbeda ternyata tak hanya datang dari sisi respons tenaga saja. Perbedaan utama keduanya justru terlihat dari konsumsi BBM.

Untuk pemakaian dalam kota, C-HR Hybrid mobil yang sangat cocok dikendarai. Anda tinggal memposisikan model berkendara pada model eco untuk mendapatkan konsumsi BBM yang hemat.

Sementara saat ingin performa yang responsif, silakan pilih mode sport yang menawarkan cita rasa berkendara lebih responsif.

Baca juga: Akal-akalan Pedagang Motor Bekas Bikin Halus Suara Mesin

Test drive Toyota C-HR HybridKompas.com/Dio Test drive Toyota C-HR Hybrid

Saat redaksi coba di rute kombinasi sepanjang 600 km, melewati kemacetan di tengah kota, dan jalan tol yang lancar, ternyata konsumsi BBM C-HR Hybrid terbukti irit.

Kami bisa mencatatkan 22,0 km per liter dengan mode berkendara yang diubah-ubah sesuai kondisi jalan dan kebutuhan berkendara. Hasil ini setara dengan regulasi standar konsumsi BBM mobil murah, julukan low cost green car ( LCGC) di Indonesia, seperti Calya atau Sigra.

Jika jalanan lancar, pedal gas tak segan diinjak lebih dalam agar memberikan tenaga yang maksimal. Sedangkan saat kondisi macet, mobil kami biarkan merayap di antara mobil-mobil lainnya.

Baca juga: Punya Duit Rp 30 Juta, Pilih Honda PCX atau Yamaha Nmax?

Test Drive Toyota C-HR HybridKompas.com/Dio Test Drive Toyota C-HR Hybrid

Untungnya berkendara pakai mode eco, mobil bisa melaju hanya dengan mengandalkan tenaga baterai. Alhasil konsumsi BBM sebetulnya bisa semakin irit lantaran mesin tidak dipakai sama sekali.

Mesin baru menyala saat pedal gas diinjak lebih dalam, atau saat kapasitas baterai mulai menipis dan berfungsi sebagai generator.

Berdasarkan impresi kami, jarum BBM C-HR Hybrid juga lama sekali turun. Setelah tangki diisi penuh, jarum BBM baru berpindah ke setengah tangki setelah menempuh ratusan kilometer berkendara.

Bisa dibilang Anda akan lebih jarang mengunjungi SPBU saat mengendarai C-HR Hybrid, ketimbang mobil dengan mesin konvensional.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X