Kompas.com - 08/07/2020, 07:22 WIB
Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Maraknya sepeda di tengah pandemi Covid-19, seakan menjadi demam baru di kalangan banyak masyarakat. Sepeda kembali menjadi tren seiring adanya kebutuhan alat mobilitas yang aman, nyaman, serta memberikan dampak kesehatan bagi penggunanya.

Tapi seperti koin yang memiliki dua sisi, tingginya demam sepeda di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya pun perlu perhatian khusus. Pasalnya, hingga saat ini infrastruktur untuk sepeda masih sangat minim yang membuat gesekan di jalan raya dengan kendaraan bermotor cukup besar.

Lantaran itu, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), saat ini tengah menggodok regulasi yang bertujuan untuk melindungi keselamatan para pesepeda.

Baca juga: Sepeda Alami Kecelakaan dengan Kendaraan Bermotor, Siapa yang Salah?

"Sudah sekitar dua minggu kami menyusun rancangan peraturan Kemenhub tentang pedoman teknis keselamatan pesepeda di jalan. Sistematika yang dirancangan, sudah saya harmonisasikan, baik dengan komunitas maupun asosiasi produsen sepeda," ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dalam webinar Pesepeda, Mengatur, Diatur & Teratur, Selasa (7/7/2020).

Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Warga berolah raga di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Warga tetap berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin dengan alasan menghindari terjadinya kerumunan warga untuk mencegah penyebaran COVID-19

"Kami nanti kami harmonisasikan kedua, lalu minggu depan akan ada uji publik minimal di dua kota. Dalam aturan perundangan ini, tujuannya adalah mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan pengguna sepeda di jalan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budi melanjutkan dalam aturan tersebut, ada tiga subtansi besar yang menjadi titik konsentrasi dalam peraturan bersepeda nantinya. Pertama mengenai persyaratan teknis sepeda yang berkeselamatan, kedua tata cara bersepeda, serta yang ketiga adalah fasilitas pendukung sepedanya.

Dalam persyaratan teknis, Kemenhub membuat dua klasifikasi sepeda, yakni sepeda umum yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari dan sepeda balap atau gunung untuk olah raga. Keduanya memiliki struktur yang berbeda, salah satunya penggunaan wajib helm untuk sepeda olah raga.

Baca juga: Bertemu Rombongan Pesepeda di Jalan, Begini Cara Menyalip yang Aman

Untuk tata cara bersepeda, akan ada kententuan dan larang, seperti menggunakan helm khusus sepeda, atribut reflekotr pada malam hari, menggunakan alas kaki, dan memahami tata cara berlalu lintas. Dari segi larangan, sepeda juga tidak boleh digunakan untuk mengangkut penumpang kecuali memang ada tempat duduk.

Selain itu, ketika bersepeda juga dilarang mengoperasikan perangkat elekronik seluler, berdampingan dengan kendaraan lain kecuali ditentukan oleh rambu, berkendara berjajar lebih dari dua sepeda, serta menggunakan payung terkecuali untuk sepeda yang digunakan pedagang.

Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/11/2019). Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Sejumlah pengendara sepeda motor melanggar jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/11/2019). Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dishub DKI Jakarta mulai menerapkan aturan jalur sepeda dengan memberikan sanksi denda tilang maksimum Rp500 ribu hingga penderekan kendaraan bagi pengendara kendaraan bermotor yang melanggar jalur sepeda.

"Dengan itu, artinya sepeda juga harus tunduk terhadap regulasi dan ketentuan aturan lalu lintas. Meski sepeda tidak ada aturan tilang, namun kita tekankan ini masalah keselamatannya, untuk itu saya akan kuatkan pesepeda harus taat sesuai undang-undang yang ada," ujar Budi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X