Imbas Pandemi, Bus Pariwisata Disulap Jadi Kedai Kopi Berjalan

Kompas.com - 04/07/2020, 07:02 WIB
Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan dok. Wiwit KurniawanBus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu layanan dalam sektor transportasi yang paling terdampak pandemi Covid-19 adalah bus pariwisata. Akibat adanya penutupan sejumlah tempat wisata juga larangan berpergian, otomatis orderan pun sepi.

Karena itu, tak sedikit pengusaha bus pariwisata yang akhirnya memilih untuk mengandangkan armadanya, bahkan sampai ada yang merumahkan karyawannya.

Namun tidak semuanya, karena masih ada yang mencoba untuk berinovasi membuat hal berbeda. Contoh seperti armada bus pariwisata di Yogyakarta yang kini disulap menjadi kedai kopi berjalan bernama Coffee On The Bus.

Baca juga: Pilihan Bus AKAP dan Pariwisata dengan Layanan Suites Class

Menggunakan unit bus pariwisata yang sedikit telah dimodifikasi, layanan Coffee On The Bus saat ini menjadi salah satu konsep hiburan paling diminati oleh masyarakat di Kota Gudeg.

"Berangkat dari kondisi pandemi, kami mencoba untuk berinovasi mencari sesuatu yang berbeda. Kita tahu ada larangan dan sebagainya untuk beroperasi, jadi agar kami bisa survive akhirnya tercetus hal ini," ucap Wiwit Kurniawan, pengagas Coffee On The Bus yang juga pemilik PO Rejeki Transport, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalanCoffeeOnTheBus Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan

"Konsep utama ngopi di dalam bus, karena kita tahu juga sekarang banyak orang dari tua sampai muda mulai suka kopi dan mereka juga bosan di rumah, jadi kami tawarkan hal baru menikmati kopi sambil keliling kota Yogyakarta di dalam bus," kata dia.

Wiwit mengatakan pengusaha bus pariwisata saat ini kurang lebih sudah tak beroperasi selama empat bulan. Otomatis tanpa ada pergerakan, bisnis pun menjadi berhenti lantaran tak ada pendapatan.

Hal tersebut yang akhirnya memotivasi untuk membuat ide melayani penikmati kopi dengan konsep yang berbeda, memanfaatkan sarana tempat duduk di dalam armada busnya.

Baca juga: Waspada, Jam Macet Jakarta Bergeser Saat PSBB Transisi

Menurut Wiwit, meski baru beroperasional selama satu minggu, namun saat ini Coffee On The Bus cukup digandrungi warga Yogyakarta sebagai salah satu alternatif hiburan di dalam kota. Hampir setiap hari pemesanan selalu ramai.

Dalam menjalankan pelayanannya, Wiwit juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Mulai dengan melakukan pengecekan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer bagi penumpang, sampai membatasi jumlah penumpangnya.

Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalanCoffeeOnTheBus Bus pariwisata disulap jadi kedai kopi berjalan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X