Waspada, Jam Macet Jakarta Bergeser Saat PSBB Transisi

Kompas.com - 03/07/2020, 13:02 WIB
Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANSuasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi lalu lintas di Jakarta kembali ramai Sejak diberlakukannya masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut terjadi lantaran volume kendaraan yang mulai naik.

Bahkan berdasarkan hasil evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, jumlah rata-rata kendaraan saat ini mulai mendekati angkat normal sebelum adanya pandemi Covid-19, yakni dikisaran lebih deri 6.000 kendaraan per jam.

Namun di lain sisi, saat ini juga terjadi perubahan jam kepadatan lalu lintas atau kemacetan dibandingkan pada masa normal atau saat PSBB ketat.

Baca juga: Lalu Lintas di Jakarta Mulai Padat, Pengguna Motor Meningkat

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, perubahan jam sibuk atau macet di Jakarta saat ini bergeser, hal ini terjadi baik di pagi hari maupun saat sore hari.

Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). Provinsi DKI Jakarta memasuki pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperpanjang ke tahap kedua. Tujuan PSBB ini adalah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19).

"Sebelum pandemi, jam sibuk dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB, tapi kini bergeser ke pukul 06.30 sampai 09.30 WIB. Hal ini membuktika bahwa aturan shift kerja yang diterapkan gubernur efektif," kata Syafrin dalam Rapim Kebijakan Mobilitas Pasca Pandemi Covid-19 di akun Youtube Pemprov DKI.

Seperti diketahui, jam kerja untuk perkantoran di masa PSBB transisi dibagi dalam dua shift. Hal ini tertuang dalam SK Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Nomor 1363 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Perkantoran/Tempat Kerja saat Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif.

Baca juga: Begini Aturan Operasional Taksi Online Saat Pandemi

Jam pertama untuk masyarakat yang work from office (WFO) adalah pada pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB dengan istirahat pada pukul 11.00-12.00 WIB. Sementara untuk jam kedua adalah dari pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan waktu istirahat 13.00 - 14.00 WIB.

Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Suasana kendaraan terjebak macet di Jalan Tol Cawang-Grogol, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2020). Pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

Dengan demikian, menurut Syafrin juga ada perubahan jam-jam kepadatan lalu lintas pada sore hari bila dibandingkan dengan kondisi normal ataupun saat PSBB ekstrem beberapa waktu lalu.

"Setelah jam sibuk pagi, kondisi lalu lintas di bawah rata-rata normal yaitu enam persen dibanding saat normal, namun memang setelah itu ada peningkatan dari 09.00-16.00 WIB ada kenaikan akibat pergantian shif kerja," ucap Syafrin.

"Kemudian jam 15.00-17.00 WIB kembali turun lagi volumenya, jauh dibandingkan saat normal. Setelah itu, meningkat lagi dari mulai pukul 18.00-20.00 WIB, ini terlihat ada pergerakan orang pada jam-jam di luar kondisi normal," kata dia.

Baca juga: Aturan Jaga Jarak Penumpang di Angkot Mikrotrans

Dari kesimpulan perbandingan tersebut, Syafrin menjelaskan ada tiga poin hasil evaluasi selama PSBB transisi.

Bus transjakarta melenggang di antara kemacetan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom memastikan Jakarta ada di posisi ke-10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Bus transjakarta melenggang di antara kemacetan di Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020). Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom memastikan Jakarta ada di posisi ke-10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen.

 

Pertama jumlah kendaraan yang saat ini sudah mendekati masa sebelum pandemi, proposisi moda kendaraan pribadi tidak terjadi banyak perubahan dibandingkan masa sebelum pandemi, dan perubahan jam puncak yang menjadi lebih lama.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X