Mei 2020 Kendaraan Niaga Ambles 30 Persen, DFSK Coba Segmen Lain

Kompas.com - 23/06/2020, 07:22 WIB
DFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30 DFSKDFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar kendaraan komersial atau niaga di dalam negeri mengalami perlambatan secara beruntun sebagai dampak dari pandemi virus corona alias Covid-19.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) segmen yang sedang tumbuh beberapa tahun belakangan ini pada Mei 2020 berhenti di angka 1.386 unit.

Capaian tersebut turun 30 persen dibanding bulan sebelumnya, April 2020, yang berhasil mencapai 1.983 unit, sekaligus menjadi penjualan terendah di tahun ini. Sementara pada Maret 2020, torehan penjualannya ialah 14.889 unit.

Baca juga: Penjualan Mobil Makin Parah di Mei 2020 Imbas Pandemi

DFSK memperkenalkan Gelora dan Gelora, Kamis (5/3/2020). Produk ini mengisi pasar kendaraan komersial dengan pilihan motor listrikKompas.com/Setyo Adi DFSK memperkenalkan Gelora dan Gelora, Kamis (5/3/2020). Produk ini mengisi pasar kendaraan komersial dengan pilihan motor listrik

PT Sokonindo Automobile ( DFSK) sebagai salah satu pemain di segmen tersebut langsung merancang berbagai strategi agar bisa mempertahankan posisi dan pasokkan unitnya.

Sebagaimana diketahui, DFSK juga menjual kendaraan niaga seperti Super Cab di pikap ringan yang menyumbang sekitar 52 persen dari total penjualan DFSK di 2019, serta Gelora sebagai blind van.

"Kita tidak menampik bahwa hingga saat ini ada penurunan penjualan komersial. Meski demikian, kita tetap berusaha mengakomodir segmen ini dalam bentuk lain seperti ambulance atau mobil toko," kata PR and Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane Dahniarny, dalam diskusi virtual, Senin (22/6/2020).

Baca juga: DFSK Tawarkan Bunga Cicilan Ringan Hingga 0 Persen buat Tenaga Medis

DFSK Super CabFoto: DFSK DFSK Super Cab

Menurut Arviane, dua kebutuhan tersebut lebih relevan dengan kondisi sekarang karena beberapa kegiatan industri dan bisnis masih belum pulih, pun dengan pembangunan infrasturkturnya.

"Kami maksimalkan yang sudah ada saja dulu dan melihat beragam peluang yang relevan, kemudian menyesuaikan. Tapi kami lihat pasar sudah mulai bangkit," ujarnya lagi.

Untuk diketahui, penjualan pikap pada Mei 2020, mengalami perlambatan 52 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 975 unit menjadi 459 unit.

DFSK Peduli BanjirIstimewa DFSK Peduli Banjir

Sementara penjualan bus, hanya tercatat sebanyak 82 unit. Padahal, selama April 2020 masih bisa mencapai 67 unit dan 278 unit di Maret 2020.

Adapun penjualan kendaraan komersial secara berurutan pada tahun ini ialah, Januari sebanyak 19.218 unit, Februari sebanyak 19.146 unit, Maret dengan 14.889 unit, lanjut turun di April 1.983 unit, dan Mei sebanyak 1.386 unit.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X