Curhat Industri Karoseri Soal Pesanan yang Hilang Selama Pandemi

Kompas.com - 16/06/2020, 09:42 WIB
Bus AKAP lampu variasi blogspotBus AKAP lampu variasi

JAKARTA, KOMPAS.comBus yang beredar di Indonesia terdiri dari dua bagian, sasis dan bodi. Sasis biasanya datang dari pabrikan otomotif global, seperti Hino atau Mercedes Benz dan lainnya. Sedangkan bodi bus dibuat oleh industri karoseri.

Pandemi virus corona masih berlangsung sampai saat ini. Perusahaan Otobus (PO) juga mengalami penurunan pendapatan gegaraminim orang yang bepergian. Biasanya PO memesan bodi baru demi menyegarkan tampilan bus.

Baca juga: Wujud Nissan X-Trail 2021 yang Segera Meluncur

Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa TengahKOMPAS.com/Dio Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

Staff Marketing Karoseri Tentrem, Dimas Raditya mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karoseri tentrem bisa memproduksi 250 sampai 300 unit dalam setengah tahun.

“Sedangkan tahun ini, baru memproduksi 220 unit. Namun pemesanan mulai enggak ada sejak bulan April. Jadi sekarang masih menyelesaikan pesanan pada bulan sebelumnya,” kata Dimas kepada Kompas.com, Senin (15/6/ 2020).

Werry Yulianto, Export Manager Karoseri Laksana, mengatakan, pesanan bus ada penurunan pada triwulan kedua pada tahun 2020. Sedangkan pada awal tahun, pesanan bodi bus masih banyak.

Baca juga: Pilihan SUV Bekas Rp 150 Jutaan, Terios-Rush Tahun Muda sampai CR-V

“Sampai Maret 2020 pemesanan bodi bus masih penuh. Mulai akhir April berkurang, bahkan sampai 90 persen turunnya,” ucap Werry kepada Kompas.com.

Werry juga mengatakan, mulai Juni, pesanan bus sudah mulai ada lagi. Selain itu, PO yang menunda pembuatan bus juga meminta untuk dilanjutkan prosesnya dan ada juga pemesan-pemesan baru yang ingin membuat bodi bus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X