Kesalahan Pengendara Motor saat Bonceng Anak yang Berbahaya

Kompas.com - 15/06/2020, 11:02 WIB
Kendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD) KOMPAS.com/GilangKendaraan pemudik dengan sepeda motor melintas pada puncak arus balik di jalan nasional Medan-Aceh kawasan Lhokseumawe, Aceh, Minggu (9/6/2019). Puncak arus balik Lebaran 2019 Aceh terjadi pada H+5 menyusul volume kendaraan yang melintas didominasi pemudik.(ANTARA FOTO/RAHMAD)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor merupakan alat transportasi terbesar dan paling ekonomis bagi masyarakat Indonesia. Sehingga tidak jarang, jika kita melihat pemandangan pengendara membonceng anak kecil atau balita menggunakan sepeda motor.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh pengendara motor berdasarkan aturan motorcycle safety standard.

“Kesadaran mengenai keselamatan merupakan hal nomer satu. Untuk itu orang tua harus mengetahui risiko yang mungkin terjadi ketika membonceng anak dengan sepeda motor,” kata Jusri saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Mengenal Diesel Runaway, Mimpi Buruk buat Pemilik Mobil Diesel

1. Bonceng anak di depan

Tidak sedikit orang tua yang membonceng balita atau anaknya dengan sepeda motor di depan. Menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak dibenarkan dalam aspek keselamatan lalu lintas.

“Kenapa tidak boleh ditaruh di depan, alasan utama akan mengganggu ruang gerak ketika pengendara sedang menyikapi ancaman yang terjadi di depan,” kata Jusri.

2. Tidak menggunakan helm

Helm merupakan hal mutlak dalam berkendara, sebab dapat mengurangi risiko cedera kepala jika memang terjadi kecelakaan.

Saat ini sudah banyak toko helm yang menyediakan helm untuk balita atau anak kecil, merek dan harganya pun beragam. Namun pastikan, helm tersebut sudah memenuhi kriteria SNI. Sehingga dari segi kualitas bisa dipertanggung jawabkan.

“Jika untuk orang dewasa saja sangat penting, hal sama bahkan lebih dibutuhkan untuk anak balita yang dibonceng. Perlu dipahami, banyak nyawa yang bisa selamat hanya dengan menggunakan helm,” lanjut Jusri.

Kesalahaan pengemudi motor yang bonceng anakKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Kesalahaan pengemudi motor yang bonceng anak

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X